logo


Pedoman Jitu Budidaya Piper Nigrum Linn

Di Indonesia terdapat 2 jenis lada, yakni lada panjat dan lada perdu yang memiliki teknik tanam yang berbeda

27 Januari 2015 15:00 WIB

Lada. FOTO : ISTIMEWA
Lada. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lada atau Piper nigrum Linn merupakan tanaman rempah yang berasal dari Ghat Barat, India. Usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi lada, dapat bersaing di tingkat dunia, maka dilakukan sistem budidaya yang baik dengan mempertimbangkan dan meningkatkan strategi potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi.

Dengan sistem tersebut diharapkan mampu menghasikan lada berkualitas tinggi (bebas dari senyawa/polutan an organik racun), melalui penggunaan varietas unggul, sehat, tahan hama penyakit, memaksimalkan penggunaan pupuk organik, menggunakan pestisida nabati dan penggunaan agensia hayati.

Syarat Tumbuh. Syarat-syarat tumbuh untuk tanaman lada adalah iklim tropis, tinggi tempat 0 s/d 1.000 m dari permukaan laut, namun idealnya 0 s/d 600 m dpl, kisaran relatif udara yang optimal antara 80% - 90%, curah hujan tahunan yang optimal antara 2.000 - 2.500 mm/tahun, struktur tanah gembur, tekstur tanah lempung gembur, lempung berpasir, lempung liat berdebu, tebal solum mencapai kedalaman 50 cm, pH tanah 6 – 7, drainase dan kelembaban tanah baik.


Latih Petani Manfaatkan Blotong untuk Pupuk Organik

Jenis-Jenis Lada. Di Indonesia terdapat 2 jenis lada, yakni lada panjat dan lada perdu yang memiliki teknik tanam yang berbeda. Untuk lada panjat sumber bahan tanaman berasal dari sulur panjat stek panjang yang memiliki 5 – 7 buku, memiliki akar lekat pada buku-buku ruasnya dan sifatnya memanjat yang dibenamkan dalam tanah dibawah paranet selama 10-14 hari, stek pendek yang mana stek direndam air gula (1-2%) selama ½ sampai 1 jam kemudian persemaian stek dalam satu daun. Stek pendek ditanam pada media pembibitan menggunakan bahan tanah : pasir/sekam : bahan organik/pupuk kandang dengan perbandingan (1 : 1 : atau 2 : 1 : 1) + mikoriza/trichoderma harzianum dan disungkup.

Persiapan Lahan. Lahan dibersihkan sebelum ditanam, tajar hidup Gamal (Glyricida maculata) atau Dadap cangkring (Erythrina fusca) panjang 1,5 m dan diameter 5 cm, ditanam setahun sebelum penanaman lada, jarak tanam 2,5 x 2,5 m, di dalam kebun dibuat saluran drainase lebar x dalam (30 cm x 20 cm), di sekeliling kebun dibuat parit 40 cm x 30 cm.

Penggunaan tiang panjat hidup dadap, lamtoro dsb selalu dipangkas setiap empat bulan sekali. Pada musim penghujan dipangkas berat sedang pada musim kemarau dipangkas ringan. Keuntungan memakai tiang panjat hidup, antara lain mudah didapat, ditumbuhkan dan harganya murah. Selain itu biomasa hasil pangkasan, dan daun-daun yang berguguran dapat digunakan untuk pakan ternak, mulsa dan pupuk/kompos.

Penanaman stek panjang (5-7 buku) yang telah diakarkan dibuat lubang diatas guludan. Benamkan 4 buku, ditanam ± 10 cm disebelah barat lubang tanam sedalam 15- 20 cm, lubang ditutup, dipadatkan dan diberi naungan. Stek 1 ruas berdaun tunggal yang telah tumbuh menjadi 7 ruas ditanam dengan cara buka plastik polibag, tanaman dibenamkan 3-4 buku, kemudian lubang ditutup. Pemeliharaan dilakukan pengikat sulur panjat dan pembentukan kanopi tanaman, pemangkasan sulur gantung dan sulur cacing, pemupukan dan pemangkasan tajar, penyiangan terbatas sekeliling tanaman.

Sedangan lada perdu, bibit berasal dari stek cabang buah, memiliki percabangan yang sympodial, tidak memiliki akar lekat sulur panjat, sehingga budidayanya tidak memerlukan tiang panjat. Tinggi tanaman lada perdu, hanya mencapai sekitar 100 cm.

Keuntungan memakai budidaya lada perdu, antara lain bahan tanaman banyak tersedia, tidak perlu tiang panjat, jumlah tanaman per ha lebih banyak, pemeliharaan dan panen lebih praktis. Bila pada lada biasa, kerapatan tanaman 2.000 batang/ha. Maka untuk lada perdu, kerapatannya dapat mencapai 5.000 tanaman per hektarnya.

Hama Penyakit. Pengendalian hama dan penyakit pencegahan dengan menggunakan teknik budidaya anjuran, penggunaan varietas unggul (Petaling-1. Petaling-2, Natar-1, Natar-2, Bengkayang-LU, LDK-RS, dan Chunuk-RS), penggunaan parit keliling dan saluran drainase lebar, pemangkasan sulur yang teratur sampai produktif, pemangkasan tajar diawali dan diakhir musim hujan, pembuangan sulur cacing dan sulur gantung (inferior), penanaman penutup tanah dan pagar keliling rumput gajah, pemupukan berimbang.

Panen. Panen lada hitam dipanen umur 6-7 bulan, sedangkan lada putih dipanen umur 8-9 bulan.

Cerahnya Prospek Budidaya Ubi Jepang

Halaman: 
Penulis : Riana