logo


KESDM Gelar Silent Audit, Awasi Penggunaan B20

Audit yang dilakukan tidak hanya kepada Badan Usaha penyedia BBM, tetapi juga pemasok B20 (BU Bahan Bakar Nabati).

3 September 2018 13:43 WIB

B20
B20 Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Jumat (31/8) lalu, Pemerintah secara resmi meluncurkan perluasan Mandatori B20 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Pasca diluncurkan, perluasan penggunaan B20 pun kini wajib dilaksanakan oleh badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak public service obligation (BBM-PSO), sektor transportasi non PSO, industri, pertambangan, hingga ketenagalistrikan.

Guna mengawal kebijakan ini dapat berjalan dengan baik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun akan melakukan pengawasan melalui mekanisme silent audit.


KESDM: Jangan Gunakan Kartu Hemat Energi dan Energy Saver!

"Untuk mengawasi pelaksanaan mandatori ini, Kementerian ESDM akan melakukan audit, yang kami sebut sebagai silent audit. Sesuai namanya, jadi kapan tim akan datang mengaudit, tidak akan ada pemberitahuan sebelumnya. Timnya ada atau tidak, masyarakat tidak ada yang tahu, tapi akan ada yang bergerak sampai ke SPBU," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana.

Rida menambahkan, audit yang dilakukan tidak hanya kepada Badan Usaha penyedia BBM, tetapi juga pemasok B20 (BU Bahan Bakar Nabati).

"Kebijakan kali ini lebih tegas dan lebih adil," lanjutnya.

Cadangan Batubara Naik Jadi 37 Miliar Ton, KESDM: Cukup untuk 76 Tahun

Halaman: 
Penulis : Riana