logo


Banyak Keunggulannya, Arcandra Apresiasi Digitalisasi Nozzle di SPBU

Pemerintah akan memasang sistem digital pada 75.000 nozzle di 5.518 SPBU seluruh Indonesia

3 September 2018 09:30 WIB

Petugas SPBU mengisikan BBM ke kendaraan pelanggan.
Petugas SPBU mengisikan BBM ke kendaraan pelanggan. dok. JITUNEWS.com

Selain itu, sambung Arcandra, proses digitalisasi nozzle itu memiliki keunggulan dalam memonitor kebutuhan subsidi energi yang diajukan oleh Kementerian ESDM dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2019 sebesar Rp 150 triliun.

"RAPBN kemarin yang kita ajukan untuk subsidi energi ada Rp 150 triliun. Cukup besar. Dari Rp 150 triliun, sekian persennya untuk peruntukan BBM dan LPG. Untuk BBM yang terbesar ada di solar," ujar Arcandra.

Selama ini, kata dia, pendataan kebutuhan dan penyaluran subsidi solar dilakukan secara manual sehingga tidak bisa dimonitor secara akurat dan realtime. Melalui penggunaan digitalisasi SPBU dalam nozzle, maka jumlah kebutuhan dan penyaluran subsidi tidak lagi berdasarkan perkiraan semata.


Jalankan Kebijakan Pemerintah, Pertamina Salurkan B20 Kepada Pengguna Akhir

"Tidak mungkin lagi kita akan dapatkan hasil survei atau rasa-rasanya. Dengan adanya program ini tidak ada lagi perasaan yang bermain, yang bermain adalah data," ungkapa Arcandra.

Untuk itu, Pemerintah meminta Pertamina untuk memanfaatkan digitalisasi SPBU demi mendapatkan akurasi data.

"Kami berharap kepada Pertamina untuk bersungguh-sungguh (menerapkannya)," pungkas Arcandra.

Sebagai informasi, Pemerintah akan memasang sistem digital pada 75.000 nozzle di 5.518 SPBU seluruh Indonesia. Pemerintah senidiri menargetkan akan menyelesaikan proses digitalisasi ini pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

Blok Sengkang Diperpanjang 20 Tahun, Negara Kantongi Pendapatan Segini!

Halaman: 
Penulis : Riana