logo


Ini 5 Tokoh yang Perkeruh Konflik KPK vs Polri

Banyak tokoh yang turut memperuncing perseteruan yang terjadi

27 Januari 2015 12:18 WIB

Kantor KPK yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Ist)
Kantor KPK yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perseteruan KPK vs Polri tidak muncul begitu saja, banyak tokoh yang turut memperuncing perseteruan yang terjadi. Komentar yang keluar dari tokoh-tokoh tersebut yang tendensius, membuat pertikaian semakin tajam. Berikut beberapa tokoh yang turut andil dalam memperuncing konflik antara KPK vs Polri.

1. Abraham Samad
Konflik diawali oleh langkah Ketua KPK yang menetapkan status Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu tepat sebelum proses fit and proper test Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Langkah ini dinilai PDI Perjuangan bernuansa politik balas dendam, oleh karenanya langkah KPK itu dianggap sebagai manuver menyerang wibawa Presiden Joko Widodo.

2. Sawito Kartowibowo
Konflik semakin berkembang ketika seorang bloger bernama Sawito Kartowibowo menuliskan kronologis lengkap pertemuan Abraham Samad dengan pertinggi PDIP. Tulisan itu membongkar mengenai pencalonan Samad sebagai pendamping Jokowi. Tulisan berjudul 'Rumah Kaca Abraham Samad' itu kemudian menimbulkan polemik yang dijadikan senjata oleh PDI Perjuangan dalam usahanya menyerang Samad.

3. Hasto Kristianto
Pada keterangan persnya, Plt. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto membenarkan pernah ada pertemuan intens antara Abraham Samad dengan petinggi dirinnya. Dia menuding Samad berbohong bila menyanggah pertemuan itu. 6 pertemuan yang diungkap Sawito dibenarkan keabsahannya oleh Hasto.

4. Ronny F. Sompie
Ronny dianggap menyalahi prosedur tetap (Protap) dalam memberikan keterangan dalam kasus Bambang Widjojanto. Ia menyatakan bahwa Wakapolri sudah mengetahui penangkapan Bambang Widjojanto, sedang menurut keterangan Deputi Bidang Pencegahan KPK Johan Budi, bahwa Wakapolri tidak mengetahui perihal penangkapan tersebut.

5. Tedjo Edhy Purdjianto
Selanjutnya ada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjianto yang memberikan pernyataan menyudutkan pendukung KPK. Ia mengatakan bahwa para pendukung KPK yang berunjuk rasa terkait dukungan terhadap kasus yang menyeret Bambang Widjojanto itu sebagai rakyat yang tak jelas. "KPK jangan membakar massa, jangan mengeluarkan sikap yang kekanak-kanakan. Konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang tidak jelas itu." tuturnya.

 

Brigjen EP Dijatuhi Sanksi Nonjob, DPR: Kapolri Sudah Tegas Urusi LGBT

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan