logo


Kurangi Ketergantungan Impor, KKP Kembangkan Tepung Spirulina Skala Rumah Tangga

Selama ini guna memenuhi kebutuhan tepung Spirulina untuk kegiatan budidaya ikan khususnya udang, masih impor dari India dan China.

27 Agustus 2018 14:56 WIB

Lisa Ruliaty, Perekayasa Madya pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara (kedua kanan) berfoto bersama Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (tengah).
Lisa Ruliaty, Perekayasa Madya pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara (kedua kanan) berfoto bersama Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (tengah). Dok. KKP

JEPARA, JITUNEWS.COM - Besarnya kebutuhan pakan dalam kegiatan budidaya ikan termasuk kebutuhan mikroalga, mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan tepung ikan berbahan baku Spirulina. Tidak hanya itu, agar dapat diproduksi secara massal dan dilakukan langsung oleh pembudidaya ikan, maka telah dikembangkan juga teknologi pembuatan tepung Spirulina berskala rumah tangga.

Selama ini guna memenuhi kebutuhan tepung Spirulina untuk kegiatan budidaya ikan khususnya udang, masih impor dari India dan China. Melalui inovasi ini diharapkan dapat menekan kebutuhan akan tepung Spirulina dari impor.

Adalah Lisa Ruliaty, Perekayasa Madya pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, yang telah berhasil mengembangkan inovasi teknologi produksi tepung Spirulina secara sederhana di tingkat pembudidaya ikan atau skala rumah tangga, sehingga mereka mampu menyediakan kebutuhan pakan tambahan bagi benih ikan atau udang secara mandiri. Lebih lanjut, teknologi ini juga dapat dijadikan usaha alternatif bagi pembudidaya ikan maupun masyarakat umum.


KKP: Kesejahteraan Pembudidaya Ikan Semakin Membaik

Atas jasanya ini Lisa mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, yang diserahkan saat perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73, tanggal 17 Agustus 2018 yang lalu.

Benahi Logistik Perikanan, KKP Bangun Cold Storage 1.000 Ton di Muara Baru

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan