logo


Kementan Garap Lahan Rawa Lebak Karena...

Hal ini dilakukan demi meningkatkan ketahanan pangan.

23 Agustus 2018 07:32 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Jitunews/Siprianus Jewarut

Dikutip dari Kompas.com (22/8), peneliti dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Yanti Rina mengatakan hasil kajiannya pada lahan rawa lebak di tiga desa Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa petani di lahan rawa lebak umumnya menerapkan sejumlah usaha tani yang cukup menguntungkan.

“Pola usaha tani yang dilakukan di rawa lebak tidak hanya produksi padi sawah, tetapi juga semakin menguntungkan dengan memelihara ikan dan beternak itik,” ujar Rina dalam pernyataan tertulis, Rabu (22/8).

Baca juga: Terbaru! Fadli Zon Laporkan 3 Hal Ini!


Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

Rina menambahkan pelaksanaan tiga usaha tersebut bepotensi memberikan keuntungan bagi petani.

Terkait tantangan yang diharadi rawa lebak, Kementerian Pertanian melakukan pompanisasi pada 9 desa di Kabupaten Karawang yang terancam puso pada puncak kemarau tahun ini.

Namun demikian, Rina menjelaskan bahwa masalah utama dalam pemanfaatan lahan rawa lebak adalah tata air dan kesuburan lahan. Oleh karena itu, fokus Kementan pada kegiatan agronomi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan, yakni pengendalian tata air, pola tanam, dan penggunaan varietas unggul yang adaptif.

“Verietas Mekongga dan Ciherang apabila diikuti dengan ketepatan waktu tanam mampu akan menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG) antara 4,9 ton sampai 5,5 ton per hektar dengan nilai keuntungan mencapai Rp 14 juta per hektar,“ tandasnya.

Hercules Angkut 23 Ton Bahan Pangan ke Lombok, Apa Saja Isinya?

Halaman: 
Penulis : De Sukmono