logo


BUMDes Maju Bersama Pasok Pangan Untuk Atlet Asian Games

Bumdes Maju Bersama merupakan salah satu program Kementerian Desa yang memiliki salah satu produk unggulan yaitu beras dari lahan persawahan di Cilamaya Wetan, kawasan Karawang, Jawa Barat.

21 Agustus 2018 01:47 WIB

Produk pangan lokal yang ikut dipromosikan dalam Expo and Conference Asian Games 2018 di halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Produk pangan lokal yang ikut dipromosikan dalam Expo and Conference Asian Games 2018 di halaman Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dok. Kemendesa PDTT

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Maju Bersama yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat siap memasok 60 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para atlet, offisial dan relawan Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

“Ini sebuah prestasi yang membanggakan karena Bumdes ini mampu berpartisipasi dalam penyelenggaraan Asian Games dan Para Games 2018 dengan memasok kebutuhan beras untuk para atlet, ofisial, hingga relawan,” kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Sabtu, (19/8/2018).

Bumdes Maju Bersama merupakan salah satu program Kementerian Desa yang memiliki salah satu produk unggulan yaitu beras dari lahan persawahan di Cilamaya Wetan, kawasan Karawang, Jawa Barat.


Di Expo and Conference Asian Games 2018, Kemendesa PDTT Promosikan Produk Kebudayaan Lokal Asal NTT

Perusahaan yang merupakan gabungan dari Bumdes dari beberapa desa ini telah mempunyai sarana pendukung untuk meningkatkan skala ekonomi produk unggulan mulai dari pengeringan padi, gudang, hingga sarana pengepakan.

“Sarana dan prasana ini juga didukung dengan jaminan serapan pasar yang merupakan buah dari kerja sama Kemendesa dengan para “off-taker” dari kalangan dunia usaha.

General Manager PT Asia Niaga Sinergi, Aulia Bari, yang merupakan “off-taker” atau pendamping Bumdes Maju Bersama, mengatakan upaya pendampingan ke petani Cilamaya Wetan, baru berlangsung dalam enam bulan terakhir.

Petani diberikan pendampingan dalam bentuk teknis industri dan pemasaran/marketing, termasuk bimbingan bagaimana mengelola produk agar bisa diserap oleh pasar.

“Kami juga memberikan pendampingan terhadap penyediaan sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas produk mereka,” kata Aulia.

Ia mengungkapkan bahwa selama pendampingan, petani maupun manajemen Bumdes Maju Bersama, bersemangat mengembangkan produk unggulan kawasan perdesaan mereka.

Semangat ini penting untuk memudahkan komunikasi dan kerja sama antara petani, pengelola Bumdes, serta perusahaan sebagai penyerap produksi, sehingga diharapkan bisa bersaing secara nasional.

Saat ini selain memasok kebutuhan untuk Asian Games dan Para Games 2018, beras produksi Bumdes Maju Bersama dengan nama dagang Larisst juga menjadi beras Bumdes pertama yang masuk ke pasar modern melalui Indomaret di pelosok tanah air.

“Kami yakin kerja sama ini kian berkembang di masa datang di mana keberadaan program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Bumdes, hingga kami sebagai “off-taker” akan memberikan nilai lebih bagi peningkatan kesejahteraan petani dan warga desa,” kata Aulia

Atlet Asian Games 2018 Disuguhkan Alpukat Daerah Tertinggal

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas