logo


Demi Rupiah, Kontraktor Asing Wajib Jual Minyak Mentah ke Pertamina

Pertamina pun wajib membeli minyak milik kontraktor yang selama ini diekspor.

15 Agustus 2018 16:19 WIB

Menteri ESDM, Ignasius Jonan (kanan), bersama Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati (kiri)
Menteri ESDM, Ignasius Jonan (kanan), bersama Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati (kiri) Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan, salah satu langkah yang diambil Pemerintah untuk memperkuat rupiah dan meningkatkan devisa di sektor energi adalah dengan mengurangi impor BBM, yakni dengan mewajibkan Kontraktor Kerja Sama (KKKS) di dalam negeri agar menjual minyak mentahnya (crude) ke PT Pertamina (Persero).

Adapun, KKKS yang dimaksud antara lain Chevron, ExxonMobil, ConocoPhilips, dan Eni.

"Selama ini bagian produksi minyak mentah atau crude yang milik KKKS itu biasanya bagian kontraktor asing dan lokal dijual ke luar negeri sementara bagian pemerintah ke Pertamina. Sekarang kebijakannya Pertamina bikin tawaran, semua produksi crude harga pasar. Pertamina harus beli," tutur Jonan di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/8).


Blok Rokan Jatuh ke Pertamina, Negara Bakal Kantongi Pendapatan Segini!

Jonan menegaskan, dengan aturan ini, Pertamina wajib membeli minyak milik kontraktor yang selama ini diekspor.

Adapun, aturan lebih detailnya masih dalam pembahasan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Pertamina harus beli. Betul, walaupun dengan harga pasar. Jadi jangan sampai produksi di sini, ekspor keluar, terus Pertamina beli dari sini (impor) begitu. SKK yang bikin mekanismenya. Ini trading kok," tambahnya.

Plt Dirut Pertamina: Kondisi Keuangan Kami Aman

Halaman: 
Penulis : Riana