logo


Imbas Penguatan Dolar AS, Harga Minyak Merosot

Pendorong kenaikan nilai tukar dolar AS adalah kekhawatiran investor akan krisis keuangan di Turki.

15 Agustus 2018 08:31 WIB

Ilustrasi, minyak mentah.
Ilustrasi, minyak mentah. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Harga minyak dunia melemah pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta).

Adapun, faktor pemicunya tak lain karena terbebani penguatan dolar AS. Pendorong kenaikan nilai tukar dolar AS adalah kekhawatiran investor akan krisis keuangan di Turki.

Melansir Reuters, Rabu (15/8), harga minyak mentah Brent merosot 15 sen dan menetap di USD 72,46 per barel. Sementara, untuk minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 16 sen dan ditutup pada angka USD 67,04 per barel.


Dirjen Migas ESDM Masuk Radar Calon Direksi Pertamina

Di pasar berjangka, harga minyak juga mengalami tekanan setelah American Petroleum Institute mengumumkan data bahwa stok minyak mentah di AS mengalami kenaikan 3,7 juta barel pada pekan lalu.

Angka tersebut sangat berkebalikan dengan prediksi analis. Sebelumnya pada analis memperkirakan bahwa stok minyak mentah AS akan mengalami penurunan 2,5 juta barel.

Pada sesi awal perdagangan Selasa, harga minyak sebenarnya sempat naik karena didukung oleh keuntungan di pasar saham.

Namun kemudian mengalami tekanan setelah nilai tukar dolar AS mengentuh level tertinggi sejak akhir Juni 2017.

"Biasanya ketika dolar AS mulai menguat harga minyak mengalami tekanan. Penguatan dolar AS ini karena kekhawatiran akan krisis di Turki," papar analis American Petroleum Institute, Phil Flynn.

 

 

Catat! Ini 5 Langkah Sektor ESDM Tingkatkan Devisa dan Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Halaman: 
Penulis : Riana