logo


Pedoman Jitu Budidaya Durian

Di Thailand budidaya durian sudah dilakukan secara intensif dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas

26 Januari 2015 11:15 WIB

Pohon durian. FOTO : ISTIMEWA
Pohon durian. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Durian, siapa coba yang tak mengenal buah eksotik ini? Durian merupakan salah satu jenis tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara. Buah durian sangatlah di gemari oleh kalangan masyarakat, akan tetapi banyak juga yang kurang suka terhadap buah yang satu ini. Buah ini rasanya manis dan baunya harum yang akan menggoda nafsu anda untuk segera memakanya.

Di Thailand budidaya durian sudah dilakukan secara intensif dalam kawasan berbentuk kebun yang cukup luas, sedang di Indonesia pada umumnya masih berupa tanaman yang ditanam di pekarangan. Manfaat tanaman durian selain diambil buahnya, pohonnya dapat dipakai sebagai pencegah erosi di lahan yang miring, batangnya dapat digunakan sebagai  bahan tinggi,  sehingga bangunan,  bijinya  mempunyai  kandungan pati cukup dapat dipakai sebagai alternatif pengganti makanan, kulitnya dapat dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus.

Syarat Tumbuh. Durian tumbuh dengan baik di daerah tropika basah dengan curah hujan > 2.000 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun dengan lama bulan basah 9-10 bulan/tahun dan 1-2 bulan kering sebelum berbunga. Intensitas cahaya 40-50%, dengan suhu 22-30 ºC. Ketinggian tempat yang baik antara 100-500 M dpl, jika ditanam pada daerah yang lebih tinggi akan menurunkan mutunya. Tanaman durian akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-7 dan optimum pada pH 6-6,5.


Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Kondisi drainase lahan harus baik, dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm dan 150-200 cm, karena akar durian sangat peka (busuk)  bila terendam air.Tanah grumosol, andosol, dan tanah subur serta kaya kandungan bahan organik sangat cocok untuk tanaman durian ini.

Pengolahan lahan. Awalnya, lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dibajak/dicangkul. Selain itu di sekitar kebun perlu dibuat saluran drainase guna menghindari adanya genangan.Kegiatan pengolahan lahan dilakukan sebelum musim hujan.

Penanaman. Jarak tanam untuk menanam bibit durian adalah 10 x 10 meter untuk jenis durian genjah, dan 12 x 12 meter untuk jenis durian sedang dan dalam. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 80x 80 x70 cm atau 70 x70x60 cm atau  disesuaikan  dengan  jenis  tanah  dan  kondisi  lahan, tanah galian bagian atas (20 cm) dipisahkan dengan tanah galian bagian bawah dan dibiarkan selama 2-3 minggu. Lubang  tanam  ditutup  kembali,  dengan  tanah  galian  atas  lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kompos sebanyak  ± 30 kg/lubang.

Penanaman dilakukan awal musim hujan pada sore hari agar bibit yang sudah ditanam tidak langsung terkena matahari. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat pada batang kayu/bambu agar tanaman dapat tumbuh tegak lurus. Bibit yang sudah ditanam sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sengatan matahari curah hujan yang lebat. Naungan dapat dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, agar kelembaban tanah dapat stabil.

Pemeliharaan. Lakukan penyiangan untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 m dari batang pohon) yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu lakukan pula penyiraman.

Hal-hal yang perlu dilakukan ketika menyiram durian antara lain :

  • Tahap  awal  pertumbuhan  penyiraman  dilakukan  setiap  hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).
  • Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari.
  • Setelah  tanaman  berumur  satu  bulan  penyiraman  dilakukan 3x/minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah.
  • Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali.

Pemupukan. Pemupukan pada tanaman durian yang belum berbuah, dilakukan dengan dosis sbb :

1. Pemupukan  NPK  (15:15:15)  dilakukan  2  kali/tahun,  dengan dosis sbb:

  • Tanaman  umur  1  tahun,  dosis  pupuk  NPK  40  -  80  gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 - 300 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 3 - 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 - 600 gr/pohon/tahun.

2. Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.

3. Pemupukan pada tanaman yang sudah  menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon sbb :

  • Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  • Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  • Dua bulan setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  • Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  • Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr,  KCl 150gr.

Cara memupuk, dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan    dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan.  Apabila  tanah  dalam  keadaan  kering segera lakukan penyiraman.

Pemangkasan akar.Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman  sampai  40%  selama  1  musim.  Selama  itu  pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah,  buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari panen berkurang dan pertumbuhan terhambat.

Penjarangan buah. Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Hama dan Penyakit. Hama yang biasa menyerang durian salah satunya adalah penggerek buah. Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini serta melakukan pengasapan di bawah pohon pada sore hari  untuk mengusir imago. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan  penyemprotan  insektisida,  seperti  Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.

Musokim Kantongi Rp 76 Juta dari Durian Trenggalek

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×