logo


Kata Arcandra, Berbisnis di Migas Itu Harus Begini...

Salah satu upaya untuk meningkatkan pengelolaan bisnis migas adalah dengan mengubah skema kontrak bagi hasil

9 Agustus 2018 20:13 WIB

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, menekankan bahwa pengelolaan bisnis minyak dan gas bumi (migas) memerlukan langkah strategis dalam rangka mencegah kerugian bagi keuangan negara.

Terlebih, kata dia, selama ini skema kontrak bagi hasil Cost Recovery cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karenanya, sambung Arcandra, salah satu upaya untuk meningkatkan pengelolaan bisnis migas adalah dengan mengubah skema kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Cost Recovery menjadi Gross Split.


Gerus Pengangguran, Pertamina Latih 950 Orang di Kaltim

"Menurut hemat saya, berbisnis di migas itu harus ada semacam adagium fairness and justice for all (keadilan untuk semua pihak). Kita harus fair, kalau investor mau masuk, seharusnya dengan margin yang wajar, bukan yang eksesif (berlebihan)," ujar Arcandra saat berbincang pagi di salah satu radio nasional di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, Arcandra pun tak menampik bahwa mencari keuntungan dalam berbisnis adalah sebuah keniscayaan.

"Kita (Pemerintah) juga tidak boleh menekan harganya sehingga (kontraktor) tidak punya margin," tegas Arcandra.

Pertamina Sabet Penghargaan Badan Publik Inovatif dari KIP dan Kominfo

Halaman: 
Penulis : Riana