logo


Tips Jitu Usaha Ternak Sugar Glider

Jangan Kawinkan Anakan Dewasa dengan Indukan

23 Januari 2015 12:49 WIB

Sugar Glider
Sugar Glider

JITUNEWS.COM - Hobi memelihara hewan ternyata bisa menuai untung yang cukup besar. Lihat saja July Kadewi, selaku pemilik usaha bernama Pet Family, yang menjual Sugar Glider kepada penghobi. Dan tak bisa disangkal, hewan imut berkantung ini semakin banyak peminatnya dari hari ke hari. Fenomena tersebut tak pelak membuka peluang usaha bagi siapa saja yang ingin menekuninya. Nah, bagi Anda yang ingin melakoni usaha ternak sugar glider, berikut ini tips jitu yang disampaikan oleh July Kadewi :

1. Sugar Glider Asal Papua Banyak Diincar
Sampai sekarang 90% sugar glider yang ada di dunia berasal dari Papua. Sebabnya, sugar glider dari Australia tidak boleh dibawa ke luar dan dilindungi oleh negaranya. Hal ini tentu membuat sugar glider asal Papua menjadi jenis yang banyak diburu oleh penghobi. Dan Anda bisa memulai usaha ternak ini dengan jenis sugar glider asal Papua yang merupakan hasil ternak, karena lebih jinak.

2. Diawali dengan 2 Pasang Sugar Glider
Untuk memulai usaha ini, Anda bisa membeli 2 pasang sugar glider dengan modal sekira Rp 90.000-Rp 100.000/ekor. Dengan 2 pasang sugar glider tersebut Anda sudah bisa beternak sugar glider. Tak hanya itu, Anda juga harus membeli kandang dan pakan sugar glider tersebut sebagai modal awal. Pilih indukan yang bermata jernih tidak sayu, bulu bagus, tidak ada cacat, tidak ada luka, lincah, memiliki nafsu makan baik, hidung berwarna pink (jangan yang putih pucat).

3. Jangan Kawinkan Anakan Dewasa dengan Indukan
Anakan sugar glider yang sudah dewasa jangan dikawinkan lagi dengan indukannya. Hal tersebut bisa menyebabkan hasil sugar glider-nya cacat bahkan mati.

4. Berikan Perhatian Lebih
Sugar Glider yang baru lahir hanya seukuran satu butir beras dengan berat 0,19 gram. Kaki dan tangannya masih menempel. Bayi Sugar Glider yang baru lahir akan merangkak menuju kantung indukan betina dan hidup di kantong (in pouch) selama dua bulan. Oleh karena itu, jangan pisahkan anakan sugar glider dari induknya.

5. Jaga Kebersihan Kandang
Kebersihan kandang sugar glider harus benar-benar terjaga. Oleh karena itu, jangan terlalu sering memberi sugar glider pakan berupa buah. Sebabnya, jika buah tersebut tersisa akan mengundang lalat, dan akhirnya melahirkan penyakit. Daripada memberi buah, Anda bisa memberi pakan jenis lain seperti protein booster, bubur bayi, susu khusus, Bee Polen, tepung jangkrik dan kalsium.

6. Promosi
Anda bisa mempromosikan hasil ternak sugar glider melalui dunia maya, mulai dari jejaring sosial, blog hingga membuat web pribadi. Selain lewat dunia maya, Anda juga bisa bergabung dengan komunitas pecinta sugar glider sebagai ajang promosi. Bila sudah mulai dikenal, Anda bisa membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi reseller Anda.

7. Pengiriman Sugar Glider
Pengemasan Sugar Glider yang akan dikirim ke luar Pulau Jawa bisa menggunakan kandang hamster, yang didalamnya diberi tisu, makanan dan minuman. Usahakan diberi makanan yang mengandung banyak air. Sedangkan jika masih dalam satu pulau, cukup dimasukkan ke dalam kandang jangkrik yang sama-sama diberikan alas tisu, plus makanan dan minuman. Kandang tersebut bisa ditutup, misalnya dengan koran agar Sugar Glider tidak stress melihat orang yang tak dikenal.

5 Langkah Jitu Mempertahankan Pelanggan dalam Bisnis Daycare

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah