logo


KPR Syariah vs KPR Konvensional, Mana yang Cicilannya Lebih Murah?

Kalau melihat cicilannya di awal tenor, mungkin saja KPR Syariah tampak lebih mahal daripada KPR konvensional, tapi sebenarnya gak gitu juga.

7 Agustus 2018 13:23 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - KPR syariah saat ini banyak dipilih untuk membeli hunian. Mungkin termasuk kamu? Tapi, kamu mungkin masih ragu untuk ambil KPR syariah karena cicilannya kok lebih besar dibandingkan KPR konvensional? Gak jadi aja deh beli rumahnya! Eitsss, tunggu dulu!

Kalau melihat cicilannya di awal tenor, mungkin saja KPR Syariah tampak lebih mahal daripada KPR konvensional, tapi sebenarnya gak gitu juga.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (3/8) lalu, simulasi dengan kalkulator Bank BTN, semisal rumah yang mau kamu beli harganya Rp300 juta dengan uang muka (DP) 0% dan tenornya 15 tahun, suku bunga fixed 8% per tahun untuk KPR konvensional dan margin 14% per annum untuk KPR syariah, maka cicilan KPR konvensional Rp2.920.739 dan cicilan KPR Syariah Rp5.166.667. Ya lebih mahal KPR syariah dong! Eitsss! Tunggu dulu.


Catat! Ini yang Wajib Disiapkan Sebelum Ajukan KPR DP 0%

KPR Syariah konsepnya tanpa bunga, jadi dilakukan dengan akad murabahah, sebagaimana jual-beli jadi memberlakukan laba.

Menurut Vice President Syariah Consumer Financing Group Head CIMB Niaga, Syaiful Huda, seperti dikutip dari sumber yang sama, tingginya cicilan KPR Syariah disebabkan oleh margin yang digunakan sudah tinggi sejak awal, tapi sifat margin tersebut adalah flat hingga masa cicilan (tenor) berakhir.

Sementara, kalau KPR konvensional suku bunganya floating, hanya flat unuk masa cicilan tertentu semisal 2 tahun. Setelah masa flat, ada pemberlakuan suku bunga baru yang bisa saja lebih besar (floating-nya naik).

Menurut Huda, beberapa bank konvensional menawarkan sistem bunga flat rendah hanya untuk jangka waktu tertentu, setelah itu kan floating mengikuti pergerakan pasar yang pastinya bakal meningkat (fluktuatif).

Mau KPR yang Gak Pake Bunga? Ada Kok Nih!

Halaman: 
Penulis : Riana