logo


CBA Desak KPK Periksa Menristekdikti, Diduga karena Proyek Ini!

Belasan proyek tersebut dilaksanakan pada tahun 2016 melalui satuan kerja Universitas Brawijaya

6 Agustus 2018 12:54 WIB

Menristekdikti Mohamad Nasir.
Menristekdikti Mohamad Nasir. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, mengatakan, pihaknya mencatat ada 11 proyek bernilai ratusan miliar Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) yang bermasalah.

Kata Jajang, belasan proyek tersebut dilaksanakan pada tahun 2016 melalui satuan kerja Universitas Brawijaya. Menurutnya, jika kesebelas proyek ini ditotalkan maka menghabiskan uang negara sebesar Rp 192.576.319.300.

“Kami menduga ada kongkalikong antara oknum Kementerian Ristekdikti dengan swasta dan berpotensi merugikan negara. Hal ini terlihat dari pelaksanaan proyek yang tidak sesuai perjanjian (selalu mengalami keterlambatan),” ujar Jajang di Jakarta, Senin (6/8).


Ketua Jokowi Watch Desak KPK Pecat Pahala Nainggolan

Adapun, proyek pertama yang bermasalah, kata Jajang, adalah pembangunan gedung parkir dan perkantoran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) Tahap I, pelaksana proyek PT Liwaus Sabena. Nilai kontrak Rp 14.227.227.000 waktu pengerjaan selama 150 hari, namun dalam pelaksanaannya terlambat selama 34 hari.

Kedua, pembangunan Gedung Utama FEB Tahap IV, Gedung Baru Program Pascasarjana FH Tahap IV, Gedung Sentral FP Tahap III dan Gedung B PTIIK Tahap III, pelaksana proyek PT Nindya Karya. Nilai kontrak sebesar Rp 76.363.968.000. Dalam perjalanannya, ada kenaikan kontrak menjadi sebesar Rp78.186.435.000, proyek ini juga mengalami keterlambatan selama 57 hari padahal dalam perjanjian harus selesai 165 hari.

Ketiga, pembangunan Gedung B Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Surya Sarana Sentosa. Nilai kontrak sebesar Rp 13.228.000.000, waktu pengerjaan 110 hari, dalam pelaksanaannya terlambat selama 50 hari.

Keempat, pembangunan gedung kuliah jurusan teknik pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Panca Kartika Jaya. Nilai kontrak sebesar Rp 18.648.050.000, waktu pengerjaan 210 hari dalam pelaksanaannya terlambat 30 hari.

Lombok-Bali Diguncang Gempa Dahsyat, Cek Segini Kerugiannya

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana