logo


Ketua DPR Desak Kementan Jelaskan Data Soal Jagung

Ada ketidaksesuaian data produksi jagung Indonesia antara Kementerian Pertanian AS dengan Kementan RI

30 Juli 2018 20:37 WIB

Petani memetik jagung di ladang pertanian Paesan, Mireng, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/8).
Petani memetik jagung di ladang pertanian Paesan, Mireng, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (11/8). Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamseot), menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) harus menjelaskan kepada DPR ikhwal perbedaan data produksi jagung antara Kementan dengan United States Department of Agriculture (USDA/Kementerian Pertanian Amerika Serikat).

“Saya mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan untuk memberikan data produksi berdasarkan kajian terhadap produksi jagung di seluruh wilayah Indonesia untuk mengetahui jumlah produksi jagung yang sebenarnya dan menjelaskan kepada DPR RI terkait dengan perbedaan data produksi jagung menurut USDA,” ujar Bamseot di Jakarta, Senin (30/7).

Bamsoet mengatakan, harus segera diagendakan rapat gabungan antara Komisi IV DPR, Komisi XI DPR dan Badan Pusat Statistik (BPS) guna mengevalusi data-data produksi tanaman pangan, terutama jagung.


Kementan: Tak Ada lagi Impor Benih Jagung

“Langkah ini penting untuk memastikan jumlah produksi jagung yang sebenarnya sehingga dapat dijadikan data yang tepat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait dengan sektor pangan, khususnya jagung,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada ketidaksesuaian data produksi jagung Indonesia antara Kementerian Pertanian Amerika Serikat yang menyebutkan produksi jagung Indonesia hanya 10.5 juta ton.

Sementara, laporan dari Kementan RI menyebutkan produksi jagung sebanyak 27 juta ton, serta masih tingginya harga jagung dalam negeri yang mencapai Rp 4.400 per kg.

2017, Indonesia Raih Peringkat ke-7 Penghasil Jagung di Dunia

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana