logo


Sempat Hampir Dilupakan, Kini Masyarakat Kembali Minati 'Ini'

Komoditi satu ini kini semakin 'digandrungi' masyarakat.

30 Juli 2018 14:33 WIB

Pedagang cabai di pasar Kemiri.
Pedagang cabai di pasar Kemiri. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pangan lokal yang dulunya sempat dianggap remeh, kini mulai kembali diminati masyarakat. Hal itu terlihat pada kegiatan Gelar Pangan Nasional (GPN) 2018.

"Akhirnya, apa yang kami inginkan bisa tercapai. Apalagi, dari akhir kegiatan ini telah banyak terjalin kerjasama antara kami dengan pengusaha produsen pangan lokal. Selain itu, banyak transaksi yang terjadi. Karena produsen langsung bisa bertransaksi dengan konsumen yang membeli kebutuhan bahan baku intermedit untuk diolah kembali di rumah," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi dilansir politikindonesia.com, Minggu (29/07).

Baca juga: Sepakat Berkoalisi dengan Demokrat, Ini yang Akan Dilakukan Prabowo!


Harga Kelapa Jatuh, Petani Lakukan Ini!

Bahan baku intermedit yang dimaksud Agung adalah singkong, sagu, mocaf, dan kelor.

Khusus untuk kelor, telah ada bentuk teh kelor dan cake kelor yang kaya manfaat bagi kesehatan serta cukup digemari masyarakat.

Baca juga: AHY Tidak Hadir, Begini Penjelasan Demokrat

"Kami pun berencana untuk terus mengembangkan kerjasama ini agar bisa memasarkan produk berbahan baku kelor ini ke seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Makanya, kreatifitas dan sentuhan inovasi baru menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, perlu didorong dan dikembangkan sampai ke daerah karena Indonesia sangat kaya dan punya bahan pangan berlimpah," tambahnya.

Selain itu, pangan lokal lain dapat diproyeksikan untuk mengurangi impor demi meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Seperti tepung terigu, misalnya, saat ini kita memang masib impor. Tapi dengan adanya banyak penggunaan bahan tepung talas, mocaf, sagu maka lambat laun bisa menggantikan tepung terigu. Sehingga kita bisa memformulasikan diversifikasi pangan dengan membuat produk pangan berbasis dari bahan pengganti terigu. Lambat lauk, bahan-bahan tersebut akan menjadi penting dan masyarakat akan mengenalnya dan bisa mengkonsumsi," tutupnya.

Kunjungi Festival Indonesia di Tokyo, Menko PMK: Jepang Adalah Mitra Strategis Indonesia

Halaman: 
Penulis : De Sukmono