logo


Ditjen PDT Kenalkan Bisnis Start-up di Daerah Tertinggal

Pemerintah harus berperan dalam mendukung berkembangnya bisnis start-up di Indonesia

26 Juli 2018 14:28 WIB

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo, mengapresiasi anak-anak muda yang telah mengembangkan bisnis start-up di Indonesia sehingga bisa membantu para petani dan nelayan dalam memasarkan hasil panennya.

“Saya salut dengan generasi milenial ini, yang sangat inovatif dan kreatif dalam mengembangkan ekonomi digital,” ujar Samsul saat menjadi keynote speaker dalam acara Deep Dive Series Agritech yang diselenggarakan oleh BLOCK71 Jakarta, kerja sama dengan Ditjen PDT di Gedung Ariobimo Sentral, Jakarta, Rabu (25/7).

Menurut alumnus FISIP Universitas Jember itu, pemerintah harus berperan dalam mendukung berkembangnya bisnis start-up di Indonesia.


Mendes PDTT Ajak IKA PMII Munculkan Peluang 4 Program Unggulan Desa

“Saya berusaha menciptakan ekosistem agar para pengusaha muda ini bisa tumbuh,” tambah pria kelahiran Kediri itu.

Diketahui, Samsul memang sedang gencar memperkenalkan ekonomi digital kepada masyarakat, khususnya yang berada di daerah tertinggal.

“Sampai dengan saat ini, mulai dari Januari kurang lebih kami sudah bertemu dengan 30 perusahaan start-up, dan beberapa diantaranya sudah mulai terlihat hasilnya, seperti pemasaran alpukat Soe melalui RegoPantes dan lain-lain,” jelasnya.

Kemendes PDTT Gelar Forum Tematik Bakohumas Sosialisasikan Pentingnya BUMDes

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas, Riana