logo


Pilih Mana, Punya Rumah atau Pelihara Penyakit?

Kalau kamu merokok sekarang, menuai penyakitnya ya nanti

20 Juli 2018 18:26 WIB

Ilustrasi merokok.
Ilustrasi merokok. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Apa merek rokokmu? Berapa harganya? Ah, masih kebeli kok! cuma antara Rp 20 ribu - Rp 28 ribu per bungkus. Tapi, berapa bungkus sehari kamu konsumsi? Berapa harganya kalau ditotal sebulan? Setahun?

Mungkin kamu termasuk yang berpikir: Ah, ribet bener sih soal rokok, kan gak nyampe harga satu rumah? Emang bener sih, tapi kalau duit buat beli rokok itu kamu kumpulin buat beli rumah, setelah beberapa tahun bisa kok buat nge-DP-in rumah. Gak DP 0% lagi. Paling gak kamu bisa kasih DP 1%.

Gak ada yang menyangkal sih bahwa merokok itu ada nikmatnya. Tapi, lebih nikmat mana, kamu punya rumah dengan kamu menuai penyakit akibat merokok? Sama-sama berinvestasi kan? Yang satu berinvestasi rumah, yang satunya lagi berinvestasi penyakit.


Rumah dari Bahan Daur Ulang Ternyata Keren Banget Lho!

Milenial gak nyadar kan bahwa setiap rokok yang kamu isap berarti kamu telah berinvestasi penyakit di dalam tubuhmu. Mau bukti? Wah, gak usah dicari, di sekitar kamu aja deh, banyak kan yang mati muda karena stroke akibat merokok bertahun-tahun. Belum lagi kalau kamu googling, wah gak ke-itung tuh jumlahnya.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, seperti dikutip Harian Kompas, Kamis (31/5) lalu, rokok mengandung nikotin, zat toksik (racun), dan karsinogenik (pemicu kanker). Juga logam berat, formaldehida, aldehida, silikat, nanopartikel, dan particulate matter. Kandungan zat berbahayanya sama antara rokok konvensional dan rokok elektrik.

Kalau kamu merokok sekarang, menuai penyakitnya ya nanti. Ini kan seperti orang menanam tanaman, buahnya dipetik nanti. Nah, kalau yang kamu tanam adalah duit alias menabung, ya lama-lama juga kebeli rumah. Kalau merokok ya buahnya penyakit. Pilih mana?

Walah, Jagoan Bola Kroasia Ini Punya Kandang Ayam di Rumah!

Halaman: 
Penulis : Riana