logo


Festival Desa Nusantara Bondowoso: Promosi Desa Wisata Berbasis Keunggulan

Pembukaan event itu meriah dan kental nuansa budaya Bondowoso. Tarian khas Bondowoso ditampilkan dengan iringan musik yang serasi.

17 Juli 2018 10:19 WIB

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menghadiri Festival Desa Nusantara di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Senin (16/7).
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo saat menghadiri Festival Desa Nusantara di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Senin (16/7). Istimewa

BONDOWOSO, JITUNEWS.COM - Festival Desa Nusantara 2018 digelar di Bondowoso, Jawa Timur pada 16-18 Juli 2018. Festival yang diretas berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu merupakan ajang promosi potensi desa berbasis program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).

Pembukaan event itu meriah dan kental nuansa budaya Bondowoso. Tarian khas Bondowoso ditampilkan dengan iringan musik yang serasi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo tampak antusias mengikuti rangkaian pagelaran ini. Eko berharap, festival serupa bisa turut digelar di berbagai desa lain di Indonesia.


Puluhan Ribu Desa Masih Tertinggal, Eko: Banyak Kades Cuma Tamat SD

"Festival Desa Nusantara ini untuk memperlihatkan kepada masyarakat keberhasilan-keberhasilan apa saja yang dilakukan oleh desa-desa, jadi dengan adanya festival ini desa-desa lain yang ada di seluruh Indonesia bisa belajar dari keberhasilan yang telah dicapai oleh kabupaten Bondowoso," katanya di Festival Desa Nusantara di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Senin (16/7) malam.

Festival Desa Nusantara 2018 juga digelar sebagai momentum promosi desa berbasis keunggulannya. Bondowoso, ,misalnya, dikenal sebagai penghasil kopi.

Di Bondowoso, kopi yang dibina sejak tahun 2011 sekarang sudah dikenal dan diekspor sampai ke mancanegara, 3.000 ton/ tahun.

Eko menandaskan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memiliki komitmen untuk mendorong Bondowoso menggenjot potensi kopinya melalui berbagai strategi yang mampu berdampak pada label Bondowoso sebagai 'tempat wisata kopi'.

"Bondowoso termasuk penghasil kopi yang besar dan baik. Kita bentuk desa-desa wisata yang berbasis kopi, cafe-cafe, homestay-homestay, wisata petik kopi dan agrowisata. Kita kerja samakan dengan bank BUMN juga untuk melatih barista-barista sehingga kopi di Bondowoso bisa diproses dengan baik dengan racikan tinggi sehingga dapat nilai lebih tinggi di masyarakat," ungkap Eko.

Eko mengaku sangat optimis, bahwa pembangunan desa wisata berbasis keunggulan perlu digencarkan karena berpotensi menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.

"Karena kabupaten Bondowoso ini angka kemiskinannya cukup tinggi, kini telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 22,23 persen menjadi 14,54 persen, itu termasuk terjadi penurunan yang ratenya tinggi. Namun saya pikir 6-7 tahun ke depan tidak ada kemiskinan lagi di Bondowoso," ungkap Eko.

Dampingi Jokowi Tinjau PKT, Menteri PDTT: Terbukti Dana Desa Hasilkan Lapangan Kerja

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas