logo


Berencana Listriki Pulau Terluar, ESDM Ajukan Dana Tambahan

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengajukan dana tambahan Rp 1,3 triliun

21 Januari 2015 14:55 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mengajukan tambahan anggaran untuk mengaliri listrik khususnya di pulau-pulau terluar. Anggaran yang diajukan sebanyak Rp 1,3 triliun.

Anggaran tambahan itu akan terealisasi jika Komisi VII DPR RI menyetujui menunda penerapan tariff adjustment(penyesuaian tarif), untuk 2 golongan listrik rumah tangga, yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 (VA).

Tarif adjustment merupakan skema perhitungan tarif listrik yang bisa naik-turun setiap bulan, bila ada perubahan pada harga minyak (ICP), nilai kurs, dan inflasi.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI mengatakan, usulan penundaan kenaikan tarif listrik ini sesuai dengan permintaan PLN. Pengenaan tarif adjustment ini memang sudah diputuskan pada Komisi VII DPR periode sebelumnya.

"Sehingga penundaan ini harus meminta persetujuan Komisi VII terlebih dahulu," kata Jarman, Rabu (21/1).


Operasikan PLTU Jawa 8, PLN Ciptakan Potensi Penghematan Rp 1 Triliun

Nantinya dana tambahan sebesar Rp 1,3 triliun itu akan mencakup 47 lokasi yang akan dialiri listrik. Dengan tambahan Rp 1,3 triliun yang diajukan maka total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp 3,8 triliun, dari Rp 2,5 triliun yang sudah tertera di APBN 2015 awal.

"Tambahan anggaran untuk melistriki pulau terluar atau perbatasan di 47 lokasi sebesar Rp1,3 triliun," ungkap Jarman. 

Dalam penjelasannya, Jarman mengatakan, pagu anggaran 2015 untuk sektor ketenagalistrikan sebesar Rp 3.9 triliun. Dia merincikan, pagu anggaran 2015 diperuntukkan Satker Ditjen Ketenagalistrikan sebesar Rp 201 miliar, unit induk pembangunan sebesar Rp 1.1 triliun, dan program listrik pedesaan sebesar Rp 2.5 triliun.

Sehingga total APBN-P 2015 dari di sektor ketenagalistrikan yang meliputi Satuan Kerja Dirjen Ketenagalistrikan, Unit Induk Pembangunan dan Listrik Pedesaan yakni mencapai Rp 5.2 triliun.

Selain Ramah Lingkungan, PLTGU Jawa 2 Juga Berperan Memperbaiki Perekonomian

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana,
 
×
×