logo


KPK Geledah Rumah Sofyan Basir, Pihak PLN Angkat Suara

Penggeledahan tersebut terkait dengan kasus suap pada proyek PLTU Riau-1

16 Juli 2018 10:36 WIB

Dirut PLN Sofyan Basir.
Dirut PLN Sofyan Basir. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Minggu (15/7) kemarin, rumah Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diduga, penggeledahan tersebut terkait dengan kasus suap pada proyek PLTU Riau-1 yang melibatkan pimpinan Komisi 7 DPR, Eni Maulani Saragih, yang telah ditangkap KPK sebelumnya.

Terkait penggeledahan rumah Sofyan Basir itu, Kepala Satuan Komunikasi PLN, I Made Suprateka, pun angkat suara.

Lewat keterangan tertulisnya, Made mengatakan, direksi PLN menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dengan mengedepankan azas praduga tidak bersalah.


Pemerintah Fasilitasi Perusahaan yang Ikut Lelang 19 Blok Migas

Kemudian, dia mengatakan, hingga saat ini manajemen PLN belum mengetahui status Sofyan Basir.

"Perlu kami sampaikan bahwa manajemen PLN sampai dengan detik ini belum menerima informasi apapun mengenai status Sofyan Basir dari KPK," tutur Made.

Lebih jauh, Made memastikan Sofyan akan bertindak sebagai warga negara yang taat hukum hingga adanya pembuktian di persidangan dan keluarnya putusan yang bersifat mengikat.

Ia pun menegaskan, KPK dan direksi PLN selama ini memiliki hubungan dan kerja sama yang baik.

"Kami belum menerima informasi apapun dari KPK terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK mengenai perkara apa yang disangkutpautkan kepada Sofyan Basir," tuntasnya.

KESDM Siapkan Regulasi PLTS Atap Demi Dukung Gerakan Sejuta Atap

Halaman: 
Penulis : Riana