logo


Banyu Urip Blok Cepu Targetkan 165.000 Barel/Hari

30 April 2014 11:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Produksi migas di lapangan Banyu Urip blok Cepu yang dikelola oleh kontraktor kerjasama (KKS) Mobil Cepu Ltd akan terus didorong untuk menembus target produksi sebanyak 165.000 barel/hari pada 2015. Sejak beroperasi Agustus 2009 hingga kini, proyek Banyu Urip ini telah menghasilkan kumulatif 36 juta barel minyak atau senilai 3,47 miliar dolar AS dengan perkembangan lapangan proyek itu sudah mencapai 87%. 

“Secara bertahap produksi lapangan Banyu Urip akan meningkat. Saat ini, produksi sebesar 29.000 barel minyak/hari. Per September 2014, produksi ditargetkan naik 10.000 barel minyak/hari dengan adanya tambahan fasilitas produksi awal,” ujar Plt Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), J Widjonarko dalam laman SKKmigas.

Sesuai rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai 2,525 miliar dolar AS, dengan rincian untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar 2,188 miliar dolar AS dan 337 juta dolar AS untuk pengeboran sumur. Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur.

Menurut Widjonarko, kegiatan konstruksi terus berlangsung dengan berbagai kemajuan di seluruh kontrak EPC. “Yang membanggakan, kelima kontrak EPC, konsorsiumnya dipimpin oleh perusahaan Indonesia,” katanya. Ia juga menegaskan penting dan strategisnya proyek ini untuk ketahanan negara karena direncanakan lapangan Banyu Urip dapat memberikan kontribusi produksi minyak hampir 20% dari produksi minyak nasional. “Angka itu merupakan hal yang sangat berarti bagi pencapaian target produksi minyak dan meningkatnya penerimaan Negara,” kata Widjonarko.

Cadangan migas yang diperkirakan sebesar 445 juta barel tersebut ditemukan pada 2001. Kontrak kerja sama Blok Cepu dipegang oleh MCL sebagai operator. MCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation, memegang 45 persen saham partisipasi, bersama Pertamina EP Cepu yang memegang 45% saham dan Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS) dengan 10% saham. 

Wamendag Ngotot Soal Sustainable Palm Oil di Parlemen Eropa

Halaman: 
Penulis :