logo


Divestasi Freeport Sukses, Hasiman: Ini Tidak Pernah Dilakukan Pemerintah Sebelumnnya

Divestasi Freeport ke holding BUMN adalah langkah maju di sektor pertambangan nasional. Perpanjangan kontrak sampai tahun 2041 adalah konsekwensi yang harus dihadapi setelah divestasi ini resmi dituntaskan.

12 Juli 2018 17:39 WIB

Penandatangan divestasi saham Freeport ke Inalum.
Penandatangan divestasi saham Freeport ke Inalum. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia resmi menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Hal ini setelah adanya kesepakatan antara perusahaan induk Freeport yaitu Freeport McMoran dengan Holding BUMN Tambang, PT Inalum.

Langkah pemerintah itu diapresiasi Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman.

Ferdy menjelaskan, divestasi Freeport ke holding BUMN adalah langkah maju di sektor pertambangan nasional. Perpanjangan kontrak sampai tahun 2041 adalah konsekwensi yang harus dihadapi setelah divestasi ini resmi dituntaskan.


Menteri BUMN: Masih Cari Metode Penghitungan Saham Freeport

"Ini langkah maju. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya," tegas Ferdy saat dihubungi Jitunews.com, Kamis (12/7/2018) petang.

Ferdy menerangkan, dengan ikut dalam penyertaan modal di Inalum, pemerintah akan mendapat 60 persen dari revenue. Di tingkat pemerintah Papua, lanjut Ferdy, Pemda Papua tak perlu keluarkan dana untuk divestasi.

"Ini bagus untuk mencegah kasus seperti divestasi newmont. Langkah Jokowi tepat karena menyelesaikan persoalan divestasi dengan cara-cara korporasi demi mewujudkan kedaulatan," ungkapnya.

WEConnect International dan Freeport-McMoRan Bantu Bisnis Milik Perempuan Indonesia

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas