logo


Metode Jitu Budidaya Sayuran Hidroponik

Jika untuk bisnis, maka pelaku usaha perlu membangun infrastruktur yang menelan biaya lumayan besar

21 Januari 2015 15:20 WIB

Mulai dari tanam, proses budidaya sayuran daun hanya memakan waktu sekitar 14-26 hari. FOTO : ISTIMEWA
Mulai dari tanam, proses budidaya sayuran daun hanya memakan waktu sekitar 14-26 hari. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tingginya permintaan sayuran yang memiliki penampilan mulus, seragam dan tanpa serangan hama penyakit membuat banyak pelaku usaha melirik menerapkan teknologi pertanian hidroponik. Cara bercocok tanam tanpa media tanah dan memanfaatkan air sebagai suplai nutrisi tanaman semakin banyak diaplikasikan terutama di kota Jakarta di mana lahan untuk bercocok tanam semakin sempit. Teknik hidroponik pula menjadi solusi bercocok tanam di lahan yang tidak subur sekalipun karena tak perlu media tanah, namun tetap dapat menghasilkan sayuran berkualitas baik.

Sebenarnya cocok tanam hidroponik ini juga bisa dilakukan secara sederhana di rumah atau pada lahan terbatas dan tak harus bermodal besar. Namun, jika untuk bisnis  karena cukup menjanjikan maka  pelaku usaha perlu  membangun  infrastruktur yang menelan biaya lumayan besar, dimana infrastuktur ini bisa digunakan bertahun-tahun.

Pertanian hidroponik ini bisa dilakukan di mana saja baik dataran tinggi maupun dataran rendah, karena kegiatan pertanian dilakukan dalam green house yang menjaga kestabilan suhu dalam ruang sehingga tanaman tak terpengaruh oleh suhu lingkungan. Ke depannya, usaha dengan cara ini masih berprospek bagus, terbukti masih terus berdatangannya pihak yang memesan sayuran hasil sistem tersebut. Persaingannya pun tidak terlalu ketat dan hasil produksi selama ini selalu terserap pasar.


‘Hidroponik Asik’ Bersama DWP Bakamla RI

Persiapan. Langkah pertama adalah membuat green house. Prinsipnya green house ini atapnya terbuat dari plastik ultraviolet 14% dan pinggirannya dari screen (seperti saringan) sehingga sirkulasi udara lancar dan tiang-tiang besi sebagai penyanggahnya. Sedangkan lantainya bisa dibuat dari semen atau conblock. Namun secara sederhana juga bisa dibuat dengan seluruh bagian (atap hingga bagian sisi-sisi) dari plastik ultraviolet dengan penyanggah kayu atau bambu sedangkan lantainya bisa tanah saja.

Tempat untuk menanam sayuran digunakan rak terbuat dari besi seperti untuk kerangka meja. Di bagian bawah meja atau sampingnya terdapat bak penampungan air tempat mencampurkan pupuk AB mix dengan air sebelum didistribusikan ke tanaman dengan paralon yang disorong dengan pompa air. Nah untuk menampung atau melewatkan air bisa menggunakan talang air yang disusun di atas rak besi atau menggunakan plastik hitam tebal. Sedangkan tanaman akan dimasukkan dalam lubang-lubang styrofoam yang dibiarkan mengambang di atas air dalam plastik atau paralon sehingga hanya bagian akar yang terendam atau mendapatkan nutrisi. Lubang tanaman ini dibuat dengan diameter 1 inchi dengan jarak tanam 10 x 10 cm.

Penanaman. Benih sayuran sebelumnya disemai dalam tray penyemaian selama 10 hari dengan media arang sekam. Setelah itu biasanya bibit sudah memiliki 2-3 daun yang terbuka sempurna dan tingginya sekitar 10 cm. Cabut dari tempat penyemaian bibit, dan tanaman siap dimasukkan pada lubang-lubang di styrofoam. Agar tanaman tidak lolos dari lubang bisa ditahan dengan rock wool lembab (mirip serabut sabut kelapa). Usahakan akar berada di bawah styrofoam sehingga mendapat nutrisi dan tajuk berada di atas lubang styrofoam.

Pemeliharaan. Nyalakan mesin pompa agar air bisa mengalir terus menerus dalam sistem tertutup. Artinya air yang keluar bisa dipompa dari bak penampungan air melalui pipa-pipa mengalir ke talang air atau tergenang dalam plastik yang dirakit ke rak. Air tersebut akan terus berputar. Karena air akan diserap tanaman maka tiap hari akan ditambah air baru.

Agar tanaman tidak terkena penyakit, sebaiknya menggunakan air sumur galian. Penggunaan pupuk AB mix dilarutkan 1 liter AB mix dalam 10 liter air di bak penampungan yang kemudian disimulasikan pada tanaman. Pompa bisa dinyalakan mulai dari pukul 7 pagi hingga setengah 5 sore. Pada malam hari tidak perlu dinyalakan. Sebanyak 600 liter larutan pupuk AB mix diberikan ke tanaman tiap bulannya untuk 1 green house.

Suhu yang baik dalam green house sebaiknya hanya selisih 5 derajat dari suhu luar green house. Misalnya suhu di luar 35oC maka di dalam green house sebaiknya 40 derajat. Jika suhu terlalu panas bisa dilakukan spayer (pengkabutan) dalam green house. Kelembaban dalam green house minimal 55% agar tanaman tetap segar.

Panen. Mulai dari tanam, proses budidaya sayuran daun hanya memakan waktu sekitar 14-26 hari. Sayuran pun siap dipanen. Ketika panen, tanaman cukup dicabut dari lubang styrofoam dan lepaskan batang dari rock wool yang menempel. Sayuran dikemas bersama akarnya. Sayuran tersebut tak perlu dicuci karena sudah bersih. Tak perlu khawatir dengan penampilan, karena tidak ada bekas terserang hama. Kemas dalam kantong plastik yang berlubang.

Setahun Lebih Ditanam, PKK Jakarta Ikut Panen Perdana Jahe Merah

Halaman: 
Penulis : Riana