logo


Hidroponik, Teknik Baru Budidaya Tanaman di Lahan Sempit

Yang harus diperhatikan dalam teknik budidaya hidroponik adalah tak semua jenis tanaman bisa ditanam

21 Januari 2015 08:42 WIB

Untuk skala usaha, sebaiknya hidroponik dilakukan dalam green house, agar suhu, kelembaban tanaman terjaga dan melindungi tanaman dari serangan hama penyakit. FOTO : ISTIMEWA
Untuk skala usaha, sebaiknya hidroponik dilakukan dalam green house, agar suhu, kelembaban tanaman terjaga dan melindungi tanaman dari serangan hama penyakit. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika dulu bercocok tanam identik dengan tanah dan lahan yang luas serta berada jauh dari perkotaan, lain halnya dengan saat ini.  Seiring berkembangnya teknologi pertanian dan tuntutan semakin dibutuhkannya sayur dan buah kualitas bagus di swalayan, toko buah dan supermarket, membuat  para pelaku usaha di bidang pertanian berfikir keras untuk memanfaatkan peluang tersebut. Hingga kemudian ditemukan teknologi pertanian yang tidak lagi tergantung pada tanah sebagai media tanam tapi beralih menggunakan media air sebagai suplai nutrisi tanaman.

Pertanian hidroponik sendiri adalah menanam tanaman dengan cara menggantung  tanaman dengan menggunakan tempat  styrofoam atau bahan yang bisa mengapung di atas air dengan akar menjulur ke bagian bawah  pada tempat penampungan air yang telah diberi nutrisi. Lantaran tidak menggunakan tanah otomatis, hasil panen menjadi lebih bersih dan biasanya jarang terserang hama dan penyakit tanaman yang banyak berasal dari tanah.

Dedi Siswandi, Manager Marketing Parung Farm menerangkan, bahwa cocok tanam dengan teknologi hidroponik bisa dilakukan di lahan terbatas seperti halaman rumah dengan peralatan sederhana seperti bak penampung air, paralon, pompa, talang air dan styrofoam yang dirangkai. Jika ingin hasilnya maksimal bisa diberikan atap atau naungan sehingga sayuran yang ditanam tidak langsung terkena sinar matahari maupun hujan. Namun Dedi mengatakan untuk skala usaha, pertanian tersebut dilakukan dalam green house, agar suhu, kelembaban tanaman terjaga dan melindungi tanaman dari serangan hama penyakit.


Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Komoditas yang Cocok. Yang harus diperhatikan dalam teknik budidaya hidroponik adalah tak semua jenis tanaman bisa ditanam. Hanya sayuran dengan akar serabut yang bisa ditanam dengan metode ini. Beberapa sayur dan buah yang dibudidayakan, antara lain kangkung, bayam merah, bayam hijau, kailan, pakchoy, caisim. Sedangkan sayuran buah yang bisa ditanam seperti cabai, tomat, terong, mentimun, labu dan lainnya.

Dengan  hasil panen yang bisa berkualitas bagus, sayuran yang dihasilkan biasanya hanya dipasarkan untuk kalangan menengah atas. Ciri hasil panen sayur dan buah dengan media air ini,  batang dan daun sayuran cukup bersih, demikian juga dengan akarnya.  Dengan demikian, tak perlu membuang bagian yang rusak akibat bekas hama penyakit seperti yang sering terjadi pada pertanian konvensional. Sayuran bisa langsung dikemas dengan plastik kemasan bening yang eye catching.

Raup Untung Hingga Rp 5 Juta dari Pepaya California

Halaman: 
Penulis : Riana