logo


Pembela Orang Kaya dan SPBU Asing

Kalau harga minyak mentah dunia naik, ya harga Pertamax ikut naik. Kalau turun, ya ikutan turun. Biasa saja.

3 Juli 2018 09:33 WIB

Pengisian BBM di SPBU.
Pengisian BBM di SPBU. Dok. Jitunews

Kenapa gak ribut? Karena Shell dan Total adalah perusahaan asing. Mereka boleh beroperasi di Indonesia untuk dapat untung. Kalau mereka membeli bahan baku Rp100, lalu menjual lagi seharga Rp 120, itu wajar. Namanya dagang, pasti cari untung.

Berbeda dengan Pertamina. Harga bahan bakunya sama Rp 100, tapi ketika mau dijual Rp 115, sebagian orang dengan gaya pembela rakyat pada kebakaran celana dalam. Mereka protes sampe urat lehernya nail ke wajah.

Kenapa mereka gak protes harga BBM Shell atau Total? Sebab itu adalah perusahaan asing. Kalau dapat untung dari mengeruk duit pengendara Indonesia, hukumnya gak apa-apa.


Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi

Bagaimana dengan Pertamina? Ini adalah BUMN. Gak boleh untung. Kalau bisa rugi dan bangkrut. Kalau bisa diprotes, ya protes terus. Ada BBM non subsidi, harganya gak boleh naik. Terus jika harga minyak dunia naik, gimana? Jika Pertamax gak dinaikkan, artinya malah Pertamax berubah jadi BBM subsidi?

Jadi pemerintah harus mensubsidi mobil mewah yang setiap hari keluyuran memenuhi jalanan kota besar? Konyol, kan?

Anehnya yang paling keras protes ke Pertamina adalah bedes-bedes yang selama ini teriak anti asing. Tapi sama sekali gak ada suaranya mengebai harga BBM Shell dan Total.

Pertamina Naikkan BBM Jenis Pertamax dan Dexlite, Begini Respons DPR

Halaman: 
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex