logo


Survei Puskopi: Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu Bakal Memenangkan Pilkada Jabar

Survei yang dilakukan oleh Puskopi itu melibatkan 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki Hak Pilih.

25 Juni 2018 18:57 WIB

Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik)
Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) mengadakan polling guna mengetahui pilihan masyarakat Jawa Barat terhadap 4 kandidat Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat jelang pelaksanaan Pilkada serentak pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Koordinator Data Polling Puskopi, Andre gunawan mengatakan bahwa survei yang dilakukannya ditemukan bahwa saat ini baru ada 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS menjelang tiga hari pelaksanaan Pilkada Jawa Barat.

“Jika sampai H-1 tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan Pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan. Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,” ujar Andre di


Pelantikan Komjen Iwan Bule Jadi Penjabat Kapolda Jabar Dikritik, Kemendagri: Sudah Sesuai Aturan

Andre menjelaskan bahwa survei yang dilakukan oleh Puskopi itu melibatkan 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki Hak Pilih. Dimana pelaksaanan survei tersebut dilakukan mulai tanggal 17 Juni hingga 23 Juni 2018, dengan metode Multistage Random Sampling.

“Sehingga secara Proposional Peserta Pooling tersebar sesuai jumlah besaran prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota Se Jawa Barat. Dan Survei tersebut memiliki Margin of Error sebesar -/+ 2.33 % dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen,” jelasnya.

Andre menambahkan, dari survei tersebut juga didapati adanya 33,9 persen dari 1.769 responden yang akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu jika Pilkada digelar pada hari ini.

“Sementara diurutan kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat penilain sebanyak 29.3 persen, Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen dan pasangan yang diusung Partai PDI-Perjuangan TB.Hasanuddin-Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2.8 persen tidak menjawab,” jelasnya.

Kendati demikian, Andre mengingatkan kepada pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu tidak boleh lengah meski sudah dapat dipastikan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku bakal menang di Pilkada Jawa Barat.

“Namun tetap saja, pasangan Asyik tidak boleh lengah, karena potensi kecurangan Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi. Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Juga tidak boleh dianggap remeh, karena masih selisih di bawah 5 persen dengan Pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Andre menilai bahwa pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum akan sulit untuk memenangi Pilkada Jabar, pasalnya banyak isu tak sedap yang menerpa pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum seperti isu dugaan keterkaitan Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada BCCF pada 2012 lalu sebesar Rp1,3 miliar.

“Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh Parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” tambahnya.

Andre menambahkan pasangan calon TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah juga akan menerima nasib yang sama seperti pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum.

Menurutnya hal tersebut dikarenakan partai yang mengusung pasangan calon TB Hasanuddin-Anton Charliyan adalah partai yang pernah mengusung Ahok yang saat ini menjadi menjadi tahanan di Rumah Tahanan Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok karena kasus penistaan agama.

“Dan Anton Charliyan Juga dikenal sebagai Kapolda Jabar yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di SP3 kan,” tutup Andre.

ASYIK Diprediksi Unggul dalam Pilkada Jabar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan