logo


Bantah Tudingan Prabowo dan Siap Fasilitasi Data, Ngabalin: Jangan Anggap Saya Bercanda

Prabowo menuding biaya pembangunan LRT di Indonesia di-mark up. Istana pun membantah.

23 Juni 2018 11:47 WIB

Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak Istana Kepresidenan menepis pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto soal anggaran pembangunan LRT di Indonesia di-mark up alias digelembungkan.

Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin juga meminta Prabowo hati-hati menyebut dana proyek LRT di-markup. Ngabalin  bahkan siap memfasilitasi Prabowo ke pemerintah soal data tentang proyek LRT.

"Saya bisa memfasilitasi, biar nanti saya minta anak-anak muda yang financial engineering yang di kantor Menko Kemaritiman itu untuk menjelaskan," ujar Ngabalin, dilansir dari detik.com.


Bela Jokowi Soal Mark Up LRT, PDIP: Prabowo Belum Pernah Menjalankan Roda Pemerintahan

Ngabalin tak main-main soal niat memfasilitasi hal tersebut. Sebab, kata Ngabalin, terjadi penghematan Rp 13 triliun dalam proyek LRT.

"Iya dong. Jangan anggap saya bercanda karena hitungan pemerintah itu terjadi penghematan Rp 13 triliun," ujar Ngabalin.

Kasihan! Selain Prabowo, Capres Satu Ini Juga Mengaku Tak Punya Uang!

Halaman: 
Penulis : Dela Fahriana