logo


Pergi ke Selandia Baru, Keluarga Republik Temukan Peluang Bisnis

Memboyong keluarga ke Selandia Baru, Ketua Umum Partai Republik temukan peluang bisnis.

23 Juni 2018 11:29 WIB

republik-online.com

SELANDIA BARU, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Republik, Mayjen (Purn) Suharno Prawiro, bertandang ke Selandia Baru bersama keluarganya. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk membuka akses pasar ke Selandia Baru dan mencoba peruntungan dengan menyambangi berbagai sektor yang bisa dijadikan peluang usaha.

Tak lupa Suharno yang memboyong istri dan kedua anaknya ini bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowy Yahya. Suharno mendapatkan masukkan dan mendapatkan peluang yang bagus dalam misinya tersebut dari Tantowi.

“Kita mempunyai peluang dalam perdagangan, di mana Selandia Baru sangat menginginkan produk asal Indonesia terutama kopi, minyak sawit, energi terbarukan dan jasa tenaga kerja,” ujar Suharno di Kantor Kedubes Indonesia, Wellington NZ, (22/6).


Suharno: Idul Fitri Sebagai Penyatu Umat

“Salah satu hal yang patut diapresiasi adalah, Indonesia yang merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat sekaligus eksportir terbesar ketujuh dunia. Telah membukukan nilai ekspor kopi Indonesia pada 2017 tercatat sebesar USD 1,18 miliar,” tambahnya.

Selain itu, Suharno menambahkan bahwa hasil pertanian, perkebunan, energi terbarukan dan sektor tenaga kerja bisa dijadikan lahan pekerjaan dan pendapatan yang dapat mesejahterakan seluruh rakyat Indonesia khususnya Keluarga Republik nantinya.

Sementara itu, sang istri, Adjeng Ratna Suminar dan sang anak, Annisa Permata Sari, lebih melirik potensi ekspor buah tropis asal Indonesa yang sudah dibuka kerannya pertama kali dengan jenis buah manggis yang telah di ekspor sejak tahun 2014 lalu.

Ditambah menurut Adjeng, kedua negara berkeinginan menjalin kerja sama lebih lanjut terkait komoditas ekspor unggulan masing-masing.

Jika Indonesia ingin membuka akses pasar buah tropis di Selandia Baru, sebaliknya Selandia Baru ingin meningkatkan ekspor bawang bombai, susu, dan daging ke Indonesia.

Sementara dilihat dari sisi ekonomi dan bisnis, Almira Nidyaartha, anak kedua Suharno, menilai potensi perdagangan kedua negara bisa lebih ditingkatkan dari berbagai sektoral.

“Pada 2017, Selandia Baru merupakan negara tujuan ekspor nonmigas. Total perdagangan tahun 2017 sebesar USD1,2 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD437,8 juta. Sedangkan, impor Indonesia dari Selandia Baru sebesar USD751,2 juta,” papar Almira.

Dalam kunjungan di Selandia Baru tersebut, selain beramah tamah dengan Kedubes Indonesia Tantowy Yahya dan istri, Suharno juga menyempatkan diri untuk berkeliling ke tiap sudut kota Wellington.

Salah satunya adalah mengunjungi Mount Victoria, di mana pegunungan dengan ketinggian sekitar 196 meter diatas ketinggian laut tersebut, menghadirkan pemandangan 360 derajat Wellington City yang mengagumkan.

Hal ini juga yang menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia, agar bisa lebih meningkatkan kembali potensi pendapatan dari tourisme dan pariwisata.

Jajaki Bisnis Peternakan, Mayjen (Purn) Suharno Belajar Hingga ke Negeri Orang

Halaman: 
Penulis : Dela Fahriana