logo


Dikritik Gerindra, Polri: Tidak Ada Anak Emas dan Anak Loyang

Gerindra menilai pelemahan TNI itu ditunjukkan dengan penguatan Polri

21 Juni 2018 16:37 WIB

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut TNI lemah. Kemudian Gerindra menilai pelemahan TNI itu ditunjukkan dengan penguatan Polri. Polri kemudian membantah hal tersebut.

"Mengenai anggaran Polri kan kita sesuai dengan rencana kebutuhan, tidak ada anak emas, tidak ada anak loyang, di sini kita sesuai dengan kebutuhan kita. Kita kebutuhan untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat seluruh Indonesia, bahkan kita juga ada perwakilan Polri di luar negeri sama dengan TNI ada perwakilan atase juga di luar negeri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (22/6).

Setyo menjelaskan, Polri mengajukan anggaran sesuai dengan aturan yang ada.


Menjadi Pro dan Kontra di Media, Siapakah Iwan Bule?

Ia lalu mencontohkan anggota Polri mencapai 440.000 personel, sehingga membutuhkan anggaran yang besar untuk gaji.

"Aturan kan sudah ada norma indeksnya dari Kemenkeu hanya jumlahnya Polri sekarang 440.000 personel, untuk gajinya saja berapa. Kalau dihitung-hitung ya pasti jumlahnya besar. Kita patroli berapa ada indeksnya, kita melakukan penyidikan ada indeksnya semua sama. Kita tidak menyimpang dan mengada-ada," sambungnya.

Prabowo: Banyak yang Membenci Saya!

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata