logo


Kota Tua Semrawut, Sandi Geram, PKL: Di Sini Enak

Ada pemandangan tak sedap di kawasan wisata Kota Tua

17 Juni 2018 13:58 WIB

Suasana di kawasan Kota Tua, Jakarta.
Suasana di kawasan Kota Tua, Jakarta. Istimewa

Tak hanya para pejalan kaki yang merasa kesulitan untuk melintas. Kendaraan bermotor pun hanya dapat menggunakan sebagian badan jalan karena hampir dua lajur digunakan oleh para pedagang.

PKL tersebut didominasi oleh penjual aksesoris, pakaian, sandal sepatu, boneka, hingga makanan dari mulai makanan ringan hingga makanan berat.

Jalanan juga semakin penuh, karena banyaknya pengunjung yang kemudian berbelanja di para pedagang tersebut. Alhasil, para pejalan kaki semakin kesulitan mencari jalan untuk berlalu lalang.


Bandingkan Insiden Anies-Sandi Disoraki dengan Kartu Kuning Jokowi, PKS: Mencederai Istana

Lalu lintas di sekitar Kawasan Kota Tua, khususnya di Jalan Ketumbar pun kemudian menjadi tersendat. Meski sejumlah petugas kepolisian telah menertibkan kawasan itu.

Seorang pedagang ketoprak, Toro, mengatakan dirinya memilih berdagang di bahu jalan karena lokasi tersebut merupakan lokasi strategis. Ia dapat dengan mudah mendapatkan pembeli meski di hari biasa.

"Di sini enak. Strategis. Gampang dapat pembeli," katanya.

Toro mengaku, ia merupakan salah satu pedagang yang sebelumnya dipindahkan oleh Pemprov DKI ke lokasi binaan (Lokbin) Taman Intan. Namun, ia memilih kembali berdagang di sepanjang Jalan Ketumbar, tepatnya di sekitar pintu masuk menuju Taman Fatahillah yang ramai pengunjung.

"Di sana sepi. Saya modal Rp 100.000. Tapi sehari dapetnya cuma Rp 15.000. Makanya milih di sini ajalah," kata Toro.

Ia sebenarnya bersedia untuk dipindahkan, asalkan, lokasi penampungan tetap berada di kawasan Kota Tua.

"Mau dah di Lokbin, di Loksem (Lokasi Sementara). Asal tetep di sini," katanya.

Sandiaga Sebut Chairul Tanjung Cocok Dampingi Prabowo

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha