logo


Teknik Jitu Budidaya Jagung Manis

Budidaya jagung manis lebih menjanjikan daripada budidaya jagung biasa

20 Januari 2015 09:03 WIB

Pemanenan jagung biasanya dilakukan saat tongkol terlihat terisi sempurna yakni pada umur 110-120 hari. FOTO : ISTIMEWA
Pemanenan jagung biasanya dilakukan saat tongkol terlihat terisi sempurna yakni pada umur 110-120 hari. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi primadona. Rasanya yang manis, dan mengandung protein dan vitamin yang tinggi membuat permintaan kian meroket. Permintaan datang dari pasar tradisional, catering, rumah makan, restoran besar, pedagang jagung manis bakar/rebus, juga dari swalayan dan supermarket besar.

Budidaya jagung manis lebih menjanjikan daripada budidaya jagung biasa. Dari tingkat kemanisan, jagung manis memiliki derajat kemanisan lebih tinggi yakni sekitar 13-18 briks, sedangkan jagung biasa hanya sekitar 9-11 briks. Meski demikian rasa manisnya tetap aman bagi penderita diabetes, karena bukan glukosa, melainkan fruktosa (sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah).

Adapun teknik budidaya jagung manis adalah sebagai berikut :


‘Hidroponik Asik’ Bersama DWP Bakamla RI

Pengolahan Lahan. Sebelum benih ditanam, lahan seluas satu hektar tersebut diberi pupuk kandang berupa kotoran ayam atau kambing sebanyak 5 ton, dan pupuk sintetis berupa 200-400 kg pupuk NPK, 100 kg pupuk KCl, dan 200 kg urea. Pemupukan dengan dosis yang sama dilakukan kembali pada umur 3-4 minggu hst (hari setelah tanam), namun hanya dengan pupuk sintetis.

Setelah lahan dipupuk, dibuat lubang tanam dengan jarak 75 x 25 cm dengan bantuan tugal (bambu/kayu untuk membuat lubang) sedalam 3 cm, an tiap lubang diberikan 1 biji benih jagung jenis F1 Bisi 2 Sweet. Dalam waktu 4 hari biasanya jagung sudah mulai berkecambah dan siap tumbuh dan berbunga di umur 7 minggu atau sekitar 50 hari setelah tanam.

Adapun peralatan yang digunakan untuk budidaya jagung manis ini di antaranya cangkul, arit, tugal, dan semprotan, dll.

Penanaman dan Pemeliharaan. Setelah satu minggu, masukkan biji benih jagung jenis F1 Bisi 2 Sweet ke tiap lubang tanam yang kemudian di tutup kembali dengan tanah. Dalam waktu 4 hari sudah tumbuh kecambah dan tanaman siap tumbuh. Selama pemeliharaan lakukan pembersihan gulma di sekitar tanaman jagung setelah tanaman berukur 15 hari. Lakukan pemupukan kedua pada minggu ketiga dengan menggunakan pupuk sintetis berdosis sama seperti saat awal penanaman.

Pencegahan Hama Penyakit. Momok terbesar pembudidaya jagung manis adalah keberadaan penyakit yang sering menyerang jagung. Hama dan penyakit tersebut adalah bulai atau embun bulu (downy mildew).

Tingkat kegagalan budidaya jagung sendiri akibat serangan bulai adalah berkisar 10% sampai 20%, tergantung iklim, dan hama penyakit seperti bulai jagung. Serangan bulai disebabkan oleh jamur Sclerospora Maydis. Beberapa faktor yang mendorong penyakit ini adalah suhu yang tinggi lebih dari 32°C dengan kelembaban tinggi. Penularan penyakit cendawan ini disebarkan melalui benih spora dengan perantaraan angin, sehingga penyakit ini dapat terbawa sampai jauh.

“Gejalanya pada jagung berumur 2-3 minggu biasanya bentuk daunnya meruncing dan kecil, daunnya kaku, warna kuning atau kuning kehijauan dan pada sisi bawah daun biasanya berwarna putih. Sedangkan pada jagung usia 3-5 minggu, daun yang sedang membuka akan berubah warna menjadi kuning kehijauan dimulai dari pangkal daun, dan pada jagung yang sudah mulai berbuah, tongkolnya menjadi tidak normal, baik bentuk maupun isinya,” tutur ahli jagung IPB, Fred Rumawas.

Bila tanaman sudah terserang jamur, petani sebaiknya mencabut tanaman jagung yang terserang lalu dimusnahkan, agar tidak menular. Sedangkan untuk  pencegahannya usahakan melakukan penyemprotan dengan fungisida seperti Ridomil dan Curacron dengan dosis sekitar 1,5- 2,5 cc/ liter air, dan untuk membasmi hama lainnya seperti ulat penggerek menggunakan Amistrartop atau Furadan 3G sebanyak 18 kg/ha. Waktu yang baik untuk menyemprot adalah pagi hari antara jam 06.00 – 09.00 atau sore hari jam 16.00 -18.00.

Hama lain yang mengganggu aktivitas budidaya jagung ini  antara lain  belalang, tikus, ulat, dan burung yang sering menyerang pohon dan tongkol jagung. Guna memantau dan mengusir hewan tersebut di tengah ladang jagung, rata-rata petani membuat rangkaian tali yang diberi kaleng yang cara kerjanya ditarik dan bergoyang hingga mengeluarkan suara yang dapat mengusir burung dan yang lainnya. Dengan cara ini para petani jagung mengaku meminimalkan serangan hama tersebut.

Panen. Pemanenan jagung biasanya dilakukan saat tongkol terlihat terisi sempurna yakni pada umur 110-120 hari. Tanda-tanda jagung siap panen biasanya ditandai dengan penampakan luar rambut yang mengering, kolobotnya (kulit jagung) keras dan kuat, dan tongkolnya keras saat digenggam. Cara memanen jagung biasanya dilakukan dengan memutar tongkol berikut kelobotnya selanjutnya tangkai buah dipatahkan, biasa dengan arit atau dengan tangan.

Setelah panen, kebanyakan petani biasanya langsung membabat habis tanaman jagungnya, karena jagung hanya  untuk berbuah sekali untuk satu kali panen. Lahan bekas jagung tersebut,  bisa langsung diolah kembali setelah pembabatan, dan tidak perlu dilakukan pengolahan lagi. Ditambahkan Fred,  bekas lahan cukup disemprot dengan herbisida sebelum akhirnya ditanam lagi jagung. Jarak dari panen ke penanaman lagi biasanya hanya sekitar satu minggu.

 

 

Setahun Lebih Ditanam, PKK Jakarta Ikut Panen Perdana Jahe Merah

Halaman: 
Penulis : Riana