logo


Menelisik Prospek Jitu Budidaya Jagung Manis

Dari satu hektar lahan kebun jagung bisa menghasilkan omset puluhan juta rupiah

20 Januari 2015 08:48 WIB

Jagung manis aman bagi penderita diabetes, karena rasa manis yang dihasilkan dari fruktosa. FOTO : ISTIMEWA
Jagung manis aman bagi penderita diabetes, karena rasa manis yang dihasilkan dari fruktosa. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Permintaan dan harga jual jagung yang tinggi di supermarket dan waktu tanam yang relatif singkat membuat budidaya jagung, khususnya jagung manis sangat menjanjikan. Dari satu hektar lahan kebun jagung bisa menghasilkan omset puluhan juta rupiah.

Ahli jagung dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Fred Rumawas mengatakan prospek jagung cukup cerah ke depannya. Nah untuk membedakan antara jagung manis dan jagung biasa bisa dilihat dari warna rambut yang keluar dari ujung tongkol.

“Untuk jagung manis, rambutnya berwarna cenderung putih sedangkan yang jagung biasa berwarna merah kecokelatan. Jagung manis juga memiliki warna bulir/biji lebih kuning dan cerah karena banyak mengandung gula sedangkan jagung berwarna lebih kuning muda karena lebih banyak tepung. Jika melewati proses penjemuran, jagung biasa akan keriput sedangkan jagung manis akan mengeras namun tidak menciut dan mengeriput seperti jagung biasa,” terang Fred.


‘Hidroponik Asik’ Bersama DWP Bakamla RI

Salah satu benih jagung manis saat ini tengah banyak dibudidaya petani adalah jenis F1 Bisi 2 Sweet. Masih menurut Fred, benih ini memiliki tingkat kemanisan mencapai 13-18 briks lebih tinggi daripada jagung biasa yang hanya sekitar 9-11 briks. Meski demikian, jagung manis ini tetap aman bagi penderita diabetes, karena rasa manis yang dihasilkan dari fruktosa (sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah) bukan glukosa. Adapun beratnya 300-500 gr.

Secara umum, jagung cocok ditanam di dataran rendah maupun tinggi mulai pada ketinggian 0-1.300 meter di atas permukaan laut dengan suhu 21-32ºC, pH 6-7, dan curah hujan bulanan sekitar 100-125 mm. Jagung juga dapat tumbuh baik pada kondisi tanah lembab, subur, dan drainase baik. Perkecambahan benih jagung optimum adalah pada suhu 30oC. Tapi menurut Fred Rumawas yang pernah mencoba membudidaya jagung manis di Papua pada ketinggian 2.200 mdpl dan hasilnya bagus.

Menurut Fred Rumawas, agar jagung tumbuh subur, maka harus dilakukan pemupukan sebanyak 250-300 kg urea/ha, 200 kg SP36/ha, 75-100 kg KCl/ha. Adapun jarak tanam antarbaris 75-80 cm antar tanaman dalam satu baris 20-25 cm dengan lubang tanam 3-5 cm yang ditanami 1-3 benih. Dalam waktu 50 hari biasanya terjadi pembungaan dan pada umur 75 hari baby corn sudah mulai bisa dipanen sedangkan untuk jagung manis dipanen pada umur 110-125 hari.

Meski tanaman jagung tahan cuaca panas dan dingin, namun waktu yang baik untuk menanam jagung adalah musim hujan, di mana ketersediaan air sangat tercukupi.

Menurut Fred Rumawas penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung adalah bulai, hama daun, ulat gerayak. Bila tanaman sudah terserang bisa dilakukan pencabutan tanaman yang terserang lalu dimusnahkan, agar tidak menular. Sedangkan untuk  pencegahannya bisa disemprot dengan fungisida seperti Ridomil dan Curacron dengan dosis 1,5- 2,5 cc/ liter air, dan untuk membasmi hama lainnya seperti ulat penggerek bisa menggunakan Amistrartop atau Furadan 3G sebanyak 18 kg/ha.

 

 

Setahun Lebih Ditanam, PKK Jakarta Ikut Panen Perdana Jahe Merah

Halaman: 
Penulis : Riana