logo


Pasang Badan untuk Bamsoet, Arsul Sebut Jubir KPK Jangan Gagah Gagahan

Arsul berharap, gaya komunikasi publik KPK atau juru bicaranya yang cenderung gagah-gagahan agar diubah.

5 Juni 2018 13:20 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani.
Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani. dok. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, menyesalkan pernyataan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, yang mengatakan bahwa KPK akan mempelajari alasan ketidakhadiran Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat hendak diperiksa KPK sebagai saksi kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Menurut Arsul, sebagai juru bicara KPK, seharusnya saat menyampaikan suatu keterangan kepada publik, Febri dapat menempatkan diri secara proporsional sesuai dengan koridor praktek hukum acara yang berlaku.

“Ketika seseorang dipanggil penegak hukum sebagai saksi dan ia tidak bisa datang bukan masih ada panggilan ketiga, maka ya dipanggil lagi saja sebagaimana yang biasa dilakukan Polri atau Kejaksaan. Tidak usah lembaga penegak hukum yang bersangkutan "gagah-gagahan" menyatakan akan menyelidiki alasan ketidakhadiran saksi,” ujar Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/6).


Jokowi Sabet Gelar Baru! Apakah Itu?

“Apalagi jika saksi tersebut adalah pejabat yang menjadi representasi dari suatu lembaga negara, maka etikanya tinggal dikomunikasikan dengan lembaga negara bersangkutan,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Arsul membandingkan Febri dengan Juru bicara KPK sebelumnya. Menurutnya, pada masa itu, saat KPK meminta keterangan dari Boediono yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Presiden dan Sri Mulyani sebagai pejabat tinggi World Bank, KPK mendatangi langsung ke tempat kedua pejabat tersebut untuk mendapat keterangan sebagai saksi dalam kasus Century.

“Jubir atau Pimpinan KPK pada waktu itu tidak terus gagah-gagahan mengatakan bahwa mereka harus datang ke KPK demi prinsip persamaan dalam hukum. Jadi, KPK pada saat itu menjaga etika dan marwah kelembagaan masing-masing serta menghindari kontroversi di ruang publik yang tidak perlu,” tuturnya.

Bela Bamsoet, Politisi PDIP Ini Lontarkan Kritikan Pedas ke Pimpinan KPK

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana