logo


Hindari Gesekan, Forum Takmir Masjid Minta Modul Dakwah

FSTM mengatakan modul tersebut berisi hal yang boleh dan tidak boleh disampaikan mubalig dalam berdakwah.

30 Mei 2018 04:28 WIB

Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia.
Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia. pasamanbarat.kemenag.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Forum silaturahmi Takmir Masjid Jakarta (FSTM) mengusulkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk membuat modul panduan berdakwah bagi para mubalig.

Hal itu bertujuan untuk menyelesaikan polemik daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag.

Achmad Muslim selaku Wakil Koordinator FSTM mengatakan modul tersebut berisi hal yang boleh dan tidak boleh disampaikan mubalig dalam berdakwah. Sebagai contoh, kata Muslim, dakwah disampaikan dalam koridor Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.


Muhammadiyah: Biar Kemenag dan MUI Berdialog Soal Polemik 200 Mubalig

"Tinggal nanti dasar (berdakwah) tetap kitab Salafus sholeh. Nanti modul Kemenag disinkronisasi dengan kitab-kitab yang mereka (mubalig) pelajari. Jadi tidak ada gap antara Pemerintah dan alim ulama," kata Muslim  di Masjid Al Fataa, Menteng, Jakarta, pada hari Selasa (29/5).

Perumusan modul ini nantinya harus melibatkan masyarakat, ucap Muslim. Pasalnya, salah penyebab utama polemik daftar 200 mubalig rekomendasi Kemenag adalah kurangnya pelibatan masyarakat.

Diperbarui, Cek 5 Hal Baru dalam Pelayanan Haji 2018

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha