logo


Jokowi Izinkan Koruptor Nyaleg, Semangat KPU Tidak Boleh Surut

Koruptor dipersilakan berbuat apapun asal tidak menjadi pemimpin rakyat

30 Mei 2018 06:15 WIB

Gedung KPU.
Gedung KPU. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usulan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) mengenai larangan mantan napi korupsi untuk menyalonkan diri sebagai anggota legislatif menjadi pro dan kontra.

Ada pihak yang menyebut kebijakan tersebut bertentangan dengan HAM. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengatakan mantan napi koruptor boleh ikut pemilu asal diberi keterangan sang calon pernah terjerat kasus korupsi.

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta KPU tidak surut memperjuangkan agar mantan koruptor tidak boleh nyaleg meski Jokowi mengizinkan mereka bisa menggunakan hak politiknya.


Amien Rais ke Jokowi: Tenang, Kekuasaan Tak Ada yang Abadi

“Kami berpandangan mestinya pandangan presiden tetap tidak menyurutkan semangat KPU untuk membuat peraturan yang melarang mantan napi korupsi untuk mencalonkan diri di pemilu DPR dan DPRD,” ucap Direktur Eksekutif Perludem, Titi Angraini, di diskusi tentang 'Catatan 20 tahun Reformasi Pemilu,' di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/5).

Habib Rizieq Diusulkan Jadi Capres, Cak Imin: Partainya Belum Ada

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex