logo


Mengkafirkan Pemerintah, Aman Abdurrahman Belum Perintahkan Serang Aparat

Aman baru mengetahui soal aksi teror ketika di persidangan

25 Mei 2018 14:34 WIB

Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (18/5).
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (18/5). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Aman Abdurrahman membantah dakwaan Jaksa yang menyebut dirinya sebagai dalang sejumlah aksi teror. Aman mengakui menganggap pemerintah kafir, namun dia tidak pernah memberi perintah untuk menyerang aparat.

"Walaupun saya kafirkan aparat pemerintah ini, akan tetapi sampai detik ini saya dalam kajian atau tulisan yang disebarluaskan, saya belum melontarkan seruan kepada saudara-saudara kami yang hidup di tengah masyarakat ini untuk menyerang aparat keamanan," ujar Aman saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5).

Menurut Aman, serangkaian aksi teror terjadi saat dia di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aman baru mengetahui soal aksi teror ketika di persidangan.


Pengacara: Aman Tidak Menyuruh Pengikutnya Melakukan Teror di Indonesia Melainkan di Suriah

Diakuinya, selama di Nusakambangan dia hanya berkomunikasi dengan sipir.

Begini Kronologi Suara Dentuman Pada Saat Sidang Aman Abdurrahman Berlangsung

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata