logo


Tommy Soeharto Usulkan Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Partai-partai Menolak Berjemaah

Menaggapi usulan itu, beberapa partai kompak mentuarakan penolakan.

23 Mei 2018 06:59 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto mengusulkan sistem pemilihan presiden diubah seperti sebelum era Reformasi yakni presiden dipilih oleh MPR. Sontak usulan tersebut menuai kontroversi. Banyak partai yang menolak usulan itu.

Tommy beralasan pasangan calon yang berkontestasi dalam Pemilihan Umum membutuhkan dana yang besar. Sehingga ia menilai, presiden harus menjadi mandataris MPR.

"Untuk jadi presiden, gubernur, wali kota, bupati itu membutuhkan dana yang enggak kecil. Jadi presiden harusnya jadi mandataris MPR. Harus MPR lagi. Buktinya Inggris masih melakukan hal serupa, kenapa kita harus metodenya Amerika," jelas Tommy, seperti dikutip dari Al-Jazeera, pada hari Selasa (22/5).


Ada 34,1% Setuju #2019GantiPresiden, Sosok Berikut Dinilai Tepat Gantikan Jokowi

Jika pemilihan presiden dilakukan seperti era Orde Baru, kata Tommy, biaya politik yang dibutuhkan bisa ditekan. Sebab, katanya sistem pemilihan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat membutuhkan dana besar.

"Kita kembali kepada UUD 45 yang asli. Itu jati diri bangsa negara. Yang lebih relevan dan tidak jadi high cost politics. Dan itu tidak ada salahnya," tuturnya.

Gerindra-PKS-PAN-PD Siap Berkoalisi Lawan Jokowi?

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha