logo


BNI Resmi Jadi Agen Ekspor Gas Blok Sanga-sanga

BNI dipercaya kembali untuk menjadi trustee paying agent dalam mengelola hasil penjualan migas

16 Januari 2015 12:59 WIB


JAKARTA JITUNEWS.COM – PT Bank Negara Indonesia Tbk secara resmi ditunjuk menjadi trustee paying agent untuk mengelola penjualan ekspor gas dari Blok Sanga-sanga di Kalimantan Timur yang bernilai hingga US$ 300 juta. Terkait proyek ini, BNI telah menandatangi kerjasama dengan perusahaan pengelola Blok Sanga-sanga, yaitu Virginia Indonesia Company (VICO) dengan periode kontrak hingga akhir 2015 mendatang.

“BNI dipercaya kembali untuk menjadi trustee paying agent dalam mengelola hasil penjualan migas. Namun kini yang kami kelola hanya penjualan ekspor ekses gas saja,” ujar Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Gatot M. Suwondo, di Jakarta, Kamis (15/1).

Gatot menjelaskan, dana sebesar US$ 300 juta tersebut berasal dari penjualan enam kargo gas alam cair sepanjang 2015 yang kini secara resmi dikelola oleh VICO Indonesia sejak 15 Januari. Kerjasama ini merupakan kali kedua BNI menjadi trustee paying agent dalam mengelola penjualan hasil migas di Indonesia setelah sebelumnya pernah mengelola penjualan hasil migas Blok Mahakam pada tahun 2013.


Listing Perdana di NYSE, Indonesia Energy Catatkan Sejarah

“Ini untuk kedua kalinya kami menjadi lembaga kepercayaan, sebelumnya kami juga telah menjadi trustee paying agent bagi penjualan hasil ekspor dari Blok Mahakam dengan nilai transaksi sebesar US$ 500 juta satu bulannya dengan kontrak yang sudah berjalan selama dua tahun ini,” jelasnya.

Menurut Dirut BNI itu, penggunaan trustee paying agent luar negeri untuk mengelola penjualan ekspor migas justru akan membuat stabilitas rupiah kian goyah. Oleh karena itu, Gatot menilai bahwa kerjasama pengelolaan hasil ekspor migas dengan BNI ini sudah tepat dan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/10 Tahun 2014 mengenai penggunaan bank lokal sebagai trustee paying agent bagi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S).

“Nilai total penjualan ekspor migas sebesar US$ 14,1 miliar per tahun yang dikelola oleh trustee luar negeri akan membuat rupiah tak stabil, sehingga kerja sama ini sekaligus sebagai upaya untuk memonitor devisa,” jelasnya. 

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kementerian ESDM Optimis Investasi dan Kinerja Hulu Migas Tetap Positif

Halaman: 
Penulis :