logo


Pengadaan Semrawut, Mentan Bakal Perbaiki Pola Benih dan Pupuk

Patokan harga BPKP sudah selesai sehingga bisa dilakukan penunjukan langsung benih dan pupuk

16 Januari 2015 13:39 WIB

Ilustrasi petani saat panen.(Jitunews/Tommy)
Ilustrasi petani saat panen.(Jitunews/Tommy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pola pengadaan benih dan pupuk yang masih semrawut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah saat ini. Untuk itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan membenahi penyalurannya agar tidak terlambat sampai ke petani.

"Sudah jalan. Pupuk dan benih langsung ke masyarakat seluruh Indonesia mulai minggu depan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (16/1).

Menurutnya, patokan harga dari BPKP sudah selesai sehingga bisa dilakukan penunjukan langsung benih dan pupuk di 17 Provinsi yang dikategorikan sebagai lumbung pangan.


Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

"Desember itu total anggarannya Rp570 miliar. Januari ini belum kita "start" mungkin dua minggu ke depan alokasinya untuk 1 juta hektar," paparnya.

Sebelumnya saat bertemu dengan para petani, penyuluh dan pelopor pertanian dari seluruh Indonesia, di Istana Negara Jakarta, Jumat pagi, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah terus memperbaiki fasilitas dan infrastruktur pertanian untuk mencapai swasembada pangan dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Presiden juga menegaskan telah menandatangani peraturan presiden yang mengatur tentang pola pengadaan dan distribusi benih serta pupuk.

"Benih dan pupuk tepat waktu, dulu tidak tepat waktu karena lelang dua bulan, lelang selesai, sudah panen, maka perpres kita ubah, nggak usah pakai lelang, langsung tunjuk dan karena serapan benih hanya 20 persen, yang 80 persen tidak terkirim gimana mau swasembada," paparnya.

Presiden mengharapkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, tidak hanya swasembada pangan, namun Indonesia juga dapat mengekspornya ke luar negeri.

Rayakan Natal Bersama ASN, Mentan Ajak Jadi Pelopor Pembangunan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid