logo


Warga Ribut Soal Penutupan Jalan Mampang Prapatan, Sandi Minta Ujicoba Dihentikan

Warga menolak kebijakan Dishub DKI yang menutup tiga simpang Mampang Prapatan untuk uji coba rekayasa lalu lintas.

20 Mei 2018 03:41 WIB

Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Induk Kramat Jati.
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Induk Kramat Jati. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kurangnya sosislalisasi menjadi penyebab insiden Warga Mampang Prapatan. Mereka menolak kebijakan Dishub DKI yang menutup tiga simpang Mampang Prapatan untuk uji coba rekayasa lalu lintas. Hal ini disebutkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Rupayanya sosialisasi sebagian elemen masyarakat tidak dilibatkan, akhirnya terjadi kesalahpahaman dan ini yang langsung terjadi," kata Sandi, di di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu (19/5).

Penolakan yang dilakukan, kata Sandi, warga akan menjadi evaluasi Pemprov DKI agar hal serupa tak terulang. Ia juga memastikan, agar kebijakan-kebijakan lain yang akan diterapkan kelak, bisa disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga.


Soal Gaya Berpakaiannya Saat Bekerja, Sandiaga: Zaman Now Harus Luwes

"Bagaimana uji coba yang dilakukan sinergi antara kepolisian, pihak setempat, memastikan kinerja lalu lintas dan keselamatan lalu lintas lebih baik. Uji cobanya baru berjalan sehari tapi sudah mendapatkan reaksi begitu negatif dari masyarakat. Ini yang menjadi evaluasi kita," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian itu terulang lagi, Sandi menyebut, ia telah meminta Dishub DKI untuk menghentikan uji coba rekayasa lalu lintas itu untuk sementara waktu. Saat ini, ia sedang memikirkan cara lain agar lalu lintas dari underpass Mampang hingga ke arah Pejaten tak terhambat.

PD Sebut Hubungan Prabowo-SBY Bagus, Siap Deklarasi Prabowo-AHY?

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha