logo


Serangan Teroris Disebut Rekayasa, Ini Kata Polri

Tudingan teror bom adalah rekayasa beredar di sosial media

15 Mei 2018 02:45 WIB

Istimewa

Tudingan teror bom adalah rekayasa beredar di sosial media, dari pemilik akun Facebook Fitri Septiani Alhinduan.

"Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong... Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!" tulis FSA.

Baca Juga: Kesaksian Teman SMA Pelaku Bom Gereja Surabaya, Ternyata Sejak SMA Sudah...


Polisi: Sel-sel Tidur Teroris Pinter Ngeles

FSA diketahui adalah Kepala SMPN 9 Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ia juga menyebut tragedu Surabaya adalah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah.

Baca Juga: Prabowo Yakin Dalang Teror Bom Surabaya Adalah...

"Bukannya 'terorisnya' sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua," tulis FSA.

Pihak Keluarga Tolak Jenazah Pengebom Gereja Surabaya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata