logo


Kemenko PMK Paparkan Perkembangan Penyaluran Bansos Pangan Pemerintah

Program Bantuan Pangan merupakan upaya pemerintah mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SGDs) untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat tidak mampu.

14 Mei 2018 20:40 WIB

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Ahmad Choesni (tengah), memimpin diskusi terkait ‘Perkembangan Penyaluran Bansos Pangan’ yang dilaksanakan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (14/5).
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Ahmad Choesni (tengah), memimpin diskusi terkait ‘Perkembangan Penyaluran Bansos Pangan’ yang dilaksanakan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (14/5). ist

Choesni menuturkan, pada tahun 2018, transformasi rastra menjadi BPNT akan dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Transformasi ini, kata dia, akan membangun kebiasaan masyarakat untuk menabung, mengubah perilaku konsumtif menjadi produktif dan dari masyarakat bertransaksi tunai menjadi cashless society.

“Selain itu, penyaluran bantuan melalui bank juga memberi kemudahan untuk mengontrol dan memantau penyalurannya serta dapat mengurangi penyimpangan,” ujarnya.

Ia lantas memaparkan, dari hasil pemantauan TNP2K, pelaksanaan BPNT tahap 1 tahun 2018 di wilayah pemantauan, relatif lebih siap dibandingkan dengan wilayah pelaksanaan awal BPNT di 44 Kota tahun 2017. Selain itu, E-Warong/agen bank lebih siap dan lebih banyak jumlah dan variasinya serta lebih merata sebarannya.

“E-Warong/agen bank relatif lebih memiliki kebebasan memilih pemasok bahan pangan untuk dijual. Kinerja pelaksanaan dari Subsidi Rastra menjadi Bansos Rastra membaik. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tidak adanya lagi biaya tebus, tidak adanya Surat Perintah Alokasi (SPA) dari Pemda, ketetapan tanggal penyaluran setiap tanggal 25, dan adanya RTM rutin yang dipimpin oleh Menko PMK,” papar Choesni.


Menko PMK: Perluasan BPNT akan Disalurkan April dan Mei 2018

Lebih jauh, Choesni pun mengatakan bahwa dalam hal ini sosialisai pun perlu ditingkatkan agar KPM lebih paham mengetahui prinsip-prinsip BPNT.

“Diantaranya BPNT adalah pengganti Rastra/Raskin, Saldo yang tersisa tidak akan hangus, serta KPM dapat mengambil/mencairkan bantuan kapan saja dan dimanapun,” tuntasnya.

 

100 Hari Jelang Asian Games, Menko PMK Ajak Masyarakat Dukung dan Sukseskan Asian Games 2018

Halaman: 
Penulis : Riana