logo


Transformasi Pelita Air Hasilkan Lonjakan Laba Bersih USD 2,7 Juta

Pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tahun 2017 ini merupakan hasil dari proses transformasi yang dijalankan oleh perusahaan sejak tahun 201

9 Mei 2018 17:23 WIB

Direktur Utama Pelita Air, Dani Adriananta (tengah) usai menyampaikan laporan keuangan 2017 di Jakarta, Rabu (9/5)
Direktur Utama Pelita Air, Dani Adriananta (tengah) usai menyampaikan laporan keuangan 2017 di Jakarta, Rabu (9/5) ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bandara milik anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pelita Air Service, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), di Jakarta, hari ini Rabu (9/5).

Dari RUPS tersebut, diketahui bahwa perusahaan mencatatkan laba bersih tahun 2017 sebesar USD 2,7 juta. Pencapaian laba bersih ini dinilai meningkat 552% dibandingkan laba bersih audit 2016 sebesar USD 0,48 juta.

Selain itu, RUPS juga menyetujui laporan pendapatan 2017 yang telah diaudit naik 6% menjadi US$ 56,54 juta, dibandingkan pendapatan audit 2016 US$ 53,34 juta.


Pertamina Manfaatkan Produk BRISyariah

Menurut Direktur Utama Pelita Air, Dani Adriananta, capaian laba tahunan yang melonjak 552% pada akhir 2017 tersebut, didorong pertumbuhan pendapatan sebesar enam persen menjadi 56,54 juta dollar AS, dari sebelumnya 53,34 juta dollar AS pada 2016.

“Pertumbuhan laba bersih yang signifikan di tahun 2017 ini merupakan hasil dari proses transformasi yang dijalankan oleh perusahaan sejak tahun 2016, setelah sebelumnya di tahun 2015 mengalami kerugian sebesar USD 21,25 juta,” ungkap Dani di Jakarta, Rabu (9/5).

Dani melanjutkan, langkah transformasi yang dilakukan perseroan mencakup antara lain restrukturisasi organisasi melalui program optimasi sumber daya manusia (SDM). Restrukturisasi itu, kata Dani, meningkatkan produktivitas sebesar 25 persen, dari 174.320 dollar AS per pekerja pada 2016 menjadi 218.305 dollar AS per pekerja pada 2017.

"Produktivitas SDM meningkat, restrukturisasi organisasi, juga membuat tadinya ada 651 orang jadi 323 orang. Kemudian asetnya produktif semua, aset tua kami lepas dan jual sehingga struktur kita jadi ringan dan kecil," ungkap Dani.

Langkah transformasi lainnya yang ditempuh perseroan adalah dengan pengembangan pasar dan sinergi BUMN melalui pelaksanaan distribusi BBM satu harga di Tarakan dan Papua.

Dani menuturkan, langkah itu dilakukan sejak 18 Oktober 2016 dengan menggunakan pesawat Air Tractor 802 dan sinergi dengan anak perusahaan Pertamina Group lainnya seperti PHE dan PHM.

Pelita Air juga melakukan optimasi aset perusahaan melalui revitalisasi Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan. Optimasi berupa penerbitan sertifikat Bandara Pondok Cabe sebagai bandara khusus-domestik.

"Pelita Air Service kemudian juga mereaktifasi Bandara Tanjung Warukin di Kabupaten Tabalong, Kalsel, pada akhir 2017 dan pelaksanaan penerbangan perdana Jakarta – Tanjung Warukin pada 7 Mei 2018," tukas Dani.

Dukung Pertumbuhan Pariwisata, Citilink Indonesia Buka Rute Semarang-Surabaya

Halaman: 
Penulis : Riana