logo


May Day Dipolitisasi, NasDem: Pilpres Masih 1,5 Tahun Kok Sudah Main Begitu

Deklarasi dukungan KSPI untuk Prabowo digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/5). Dalam kesempatan itu Prabowo juga menandatangani kontrak politik yang berisi 10 tuntutan yang disampaikan oleh KSPI.

2 Mei 2018 10:56 WIB

Prabowo Subianto menyampaikan pidato dihadapan para buruh.
Prabowo Subianto menyampaikan pidato dihadapan para buruh. Instagram @gerindra

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deklarasi dukungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk Prabowo ini digelar bertepatan dengan May Day (Hari Buruh Internasional) di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (1/5). Dalam kesempatan itu Prabowo juga meneken 10 tuntutan yang disampaikan oleh KSPI.

Baca Juga: Soal Dukungan KSPI ke Prabowo, PPP: 2014 Dukungan Lebih Banyak Tapi Kalah

Menanggapi hal itu, NasDem menyebut deklarasi saat momen Hari Buruh tidak tepat dan malah terlihat sebagai bentuk ketakutan Prabowo Subianto menghadapi Pilpres 2019. Nasdem menilai Prabowo mencuri start duluan untuk kampanye. Sedangkan partai pengusung Jokowi hingga kini masih adem ayem saja.


Daftar Tokoh yang Manfaatkan May Day untuk 'Show Off', Siapa Saja?

"Ini kan memperlihatkan betapa takutnya kelompok mereka dengan Jokowi. Menurut saya, ini ketakutan yang luar biasa dari pihak sana sehingga belum masa kampanye sudah curi start duluan. Kami santai-santai aja," kata Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago, seperti dilansir detik.com Rabu (2/5).

Baca Juga: Dikritik Bertubi-Tubi di Hari Buruh, Jokowi Malah Bilang Begini

Irma juga mengatakan selama ini partai pengusung Joko Widodo selalu tertib dan menghormati aturan yang berlaku, termasuk dalam berkampanye. Ia menganggap kalau ada pihak lain yang tidak menghormati aturan pastilah masyarakat bisa menilai dengan baik.

Soal Dukungan KSPI ke Prabowo, PPP: 2014 Dukungan Lebih Banyak Tapi Kalah

Halaman: 
Penulis : Dela Fahriana