logo


Metik Kopi yang Tidak Baik Dapat Pengaruhi Cita Rasa Kopi

Kopi liar lencoh tumbuh liar di sekeliling pekarangan rumah milik warga di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali.

1 Mei 2018 20:37 WIB

Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi
dibaca 534 x

Proses pengolahan dan cara memetik kopi yang tidak baik dapat mempengaruhi cita rasa kopi liar lencoh dan harga jual kopi itu sendiri. Kopi liar lencoh tumbuh liar di sekeliling pekarangan rumah milik warga di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali.

Pengembang kopi liar lencoh, Iswondo menyatakan harga Rp 100.00p per kilogram ini tidak asal dalam proses pengolahannya, mulai petik dari pohon harus dipilih buah kopi yang warna merah dan bagus agar menghasilkan rasa yang kualitas.

Maka tidak heran kopi liar lencoh awalnya hanya Rp 1.000 per kilogram, sekarang untuk biji kopi kering harganya mencapai Rp 100.000 per kilogram ketika dimasukkan di kafe.

"Warga hanya sekedar memetik kopi basah tanpa proses yang baik dan langsung dijual di pasar. Kopi itu hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram," kata Wondo, Selasa (1/5/2018).

Dia mengatakan, dengan pengolahan yang baik tujuh kilogram kopi basah hanya bisa menjadi satu kilogram kopi kering. Bahkan, apabila biji kopi itu sudah disangrai hasilnya hanya 250 per kilogram.

"Ada enam kafe di Yogyakarya dan satu di Solo," pungkasnya.

Wondo menerangkan saat ini dirinya baru berani menjual kopi liar lencoh di dua kota tersebut. Dirinya juga belum berani promosi melalui media sosial, karena persediaan kopi liar lencoh yang dia produksi masih terbatas.

Ditulis oleh: andri ratna

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.


UNS Solo Gelar Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Pengembangan Agribisnis Kopi

Kopi Liar Lencoh Warisan Belanda Sejak Tahun 1935

Halaman: 
Admin : Vicky Anggriawan