logo


Minta JPU KPK Ditahan, Fredrich: Dia Gunakan Surat Perintah Palsu

Menurutnya, penggunaan sprindik atas nama Novanto adalah surat palsu

30 April 2018 20:00 WIB

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi,meninggalkan ruangan usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/2).
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi,meninggalkan ruangan usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/2). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Fredrich Yunadi meminta jaksa penuntut umum (JPU) pda KPK ditahan. Karena, menurut Fredrich, jaksa telah sewenang-wenang menggunakan surat perintah penyitaam rekaman CCTV RS Medika Permata Hijau atas nama Setya Novanto.

"Kami minta hakim supaya penuntut umum ditahan karena ini itu UU karena sudah terbukti kan urusannya apa tanggal 30 Oktober digunakan untuk tanggal 16 November. Kan itu tidak benar, sudah terbukti terungkap bahwa dia menggunakan surat perintah palsu, bukan palsu, tapi dia adalah pakai untuk Pak SN bukan untuk sah, dengan demikian apa yang mereka lakukan itu adalah tidak sah," kata Fredrich seusai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Menurutnya, penggunaan sprindik atas nama Novanto adalah surat palsu.


Dicecar Hakim Soal Benjolan Sebesar Bakpao, Novanto: Saya Rasa Memar

"Jaksa itu menunjukkan ketika jaksa menyita atau mendatangi RS Permata Hijau itu katanya ada membawa surat perintah, kemudian yang dilihatkan oleh JPU ternyata itu adalah surat perintah untuk Pak SN tanggal 30 Oktober, dengan demikian sudah memenuhi unsur melakukan menggunakan bukti palsu dalam persidangan itu pasal 242," ucapnya.

Demi Ringankan Hukuman, Frederich Siapkan 10 Profesor Jadi Saksi Ahli

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×