logo


Manfaatkan Momentum Turunnya Harga Minyak Dunia

Ada beberapa cara jitu yang dinilai akan berdampak positif

14 Januari 2015 16:07 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Energi Nasional (DEN) menyarankan pemerintah agar memanfaatkan harga minyak mentah yang sedang turun untuk cadangan energi agar handal ke depannya. Koordinator Bulanan DEN, Sonny Keraf, mengaku khawatir dengan cadangan energi yang dimiliki Indonesia.

Sonny mengatakan ada beberapa cara untuk memaksimalkan cadangan energi Indonesia seperti memanfaatkan stok yang ada, memanfaatkan kilang dan tangki, atau dengan melakukan kerja sama dengan negara lain. Menurutnya langkah-langkah ini akan lebih berdampak positif bagi Indonesia.

"Beli dan bangun cadangan energi ke depan. Pada tahun 2050 sudah diamanatkan itu," kata Sonny dalam konferensi pers 'Dampak Penurunan Harga Minyak Mentah Secara Internasional Terhadap Kebijakan Energi Nasional, di Gedung DEN, Jakarta, Rabu (14/1).


Jargas Masuk Dalam RUEN 2015

Poin lain yang juga penting, lanjut Sonny, adalah memanfaatkan penurunan harga minyak mentah dunia strategi penerapan harga bbm, gas dan energi keseluruhan bisa dilakukan secara transparan, tidak seperti selama ini. Menurutnya, banyak hal yang tidak dibuka ke publik sehingga menyebabkan tidak adanya transparansi.

" Ketika ada negosiasi ulang harga, dan harga turun pun tetap tidak ada transparansi. Inilah momen kita. Seperti yang diamanatkan PP No. 79 Tahun 2014 untuk melihat kembali subsidi energi, khususnya subsidi BBM," jelas Sonny.

DEN mengusulkan ketika harga minyak dunia turun, maka harga minyak dilepas dan tidak disubsidi. Meski demikian subsidi energi tetap ada, namun dananya dialokasikan ke subsidi energi baru terbarukan yang selama ini tidak mendapatkan cukup perhatian untuk dikembangkan karena perhatian lebih banyak tersedot ke sektor energi fosil.

"Kita alokasikan subsidi energi ke Bahan Bakar Nabati (BBN), karena selama ini terkendala harganya yang jauh lebih mahal dan tidak kompetitif, sehingga oranh tidak tertarik mengembangkan EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi)," pungkasnya.

Ini Penjelasan Lengkap tentang Permen ESDM Nomor 42 tahun 2017

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana,