logo


Menko PMK Bahas Kerja Sama Pengembangan Kurikulum Islam Moderat dengan Grand Sheikh Al-Azhar

Potensi kerja sama riil untuk membangun Islam moderat dan meminimasir Islam radikal melalui pengembangan kurikulum

27 April 2018 04:30 WIB

Menko PMK, Puan Maharani bertemu Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Mohamed Tayeb, di Kairo, Kamis (26/4)
Menko PMK, Puan Maharani bertemu Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Mohamed Tayeb, di Kairo, Kamis (26/4) Kemenko PMK

MESIR, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani bertemu Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Mohamed Tayeb, di Kairo, Kamis (26/4). Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama riil untuk membangun Islam moderat dan meminimasir Islam radikal melalui pengembangan kurikulum di Al Azhar serta pendidikan bagi calon calon dai.

"Kita perlu mengembangkan kurikulum Islam yang moderat di Indonesia, yang dimulai sejak SD hingga Perguruan Tinggi. Al Azhar bisa berperan aktif dalam pengembangan kurikulum tersebut," ujar Menko PMK.

Menko PMK juga menyampaikan terima kasih atas peran Al Azhar dalam menciptakan alumni-alumni yang menjadi tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Serta komitmen Al Azhar yang siap mengirim para guru untuk mengajar para dai serta menyediakan beasiswa untuk para ustadz di Indonesia. Saat ini, ada sekitar 4.600 mahasiswa Indonesia yang belajar di Al Azhar. Dalam kesempatan ini, Grand Sheikh berharap mahasiswa yang tidak mendapat beasiswa dari Al Azhar bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah.


Kerap Dihantam Isu Tak Enak, Jokowi: Jahat

"Hal ini penting untuk memantau mahasiswa agar tidak terpengaruh kelompok-kelompok yang tidak jelas. Mengingat ada sekitar 607 mahasiswi Al Azhar yang tinggal di asrama luar Al Azhar," ujar Grand Sheikh.

Ini Langkah Kemenko PMK Tangani Kekerasan terhadap Perempuan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata