logo


UNS Solo Gelar Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Pengembangan Agribisnis Kopi

Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan agribisnis kopi Temanggung dan sekitarnya melalui pengembangan (up grading) rantai nilai.

27 April 2018 13:32 WIB

Workshop diseminasi hasil penelitian pengembangan agribisnis kopi di Kabupaten Temanggung dan dekitarnya di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (26/4/2018)
Workshop diseminasi hasil penelitian pengembangan agribisnis kopi di Kabupaten Temanggung dan dekitarnya di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (26/4/2018)
dibaca 1645 x

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menyelenggarakan workshop Diseminasi Hasil Penelitian Pengembangan Agribisnis Kopi di Kabupaten Temanggung dan Sekitarnya di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (26/4/2018).

Workshop kerjasama antara Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Agriterra, ESFIM dan Wageningen University and Research (WUR) bertujuan untuk mengkaji pengembangan agribisnis kopi Temanggung dan sekitarnya melalui pengembangan (up grading) rantai nilai.

Selain itu, workshop diikuti puluhan mahasiswa juga untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan agribisnis kopi Temanggung dan sekitarnya dan mengembangkan pasar kopi Temanggung dan sekitarnya melalui identifikasi potencial buyer dan analisis pendapat konsumen mengenai produk kopi Temanggung dan sekitarnya.


Diplomasi Kopi Presiden Jokowi

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian UNS Solo, Samanhudi, menuturkan, Jawa Tengah memiliki potensi komoditas kopi yang cukup tinggi antara lain terdapat di Kabupaten Temanggung, Kendal, Semarang dan Wonosobo.

Namun, tingginya potensi produksi kopi tidak diimbangi dengan harga jual yang tinggi.

Petani kopi umumnya menjual hasil panen ke tengkulak setempat dan sebagian besar tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu. Hal ini terjadi karena minimnya informasi yang diperoleh petani mengenai peluang pasar, standar mutu produk dan lemahnya jejaring pasar.

“Perlu dilakukan pendampingan dan fasilitasi akses permodalan, seperti diberikan pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan pembukuan usaha sehingga para pelaku mempunyai kemampuan akses permodalan ke lembaga keuangan yang ada,” tuturnya.

Berdasarkan hasil survei buyer menunjukkan bahwa kapasitas buyer potensial untuk menerima kopi Temanggung dan sekitarnya masih sangat besar baik pasar lokal maupun pasar internasional. Diperlukan upaya perluasan jejaring pasar kopi melalui penguatan segmentasi sesuai profil konsumen.

Ditulis oleh: andri ratna

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

suarakita

Halaman: 
Admin : Riana